Program "Pancakarsa" Bupati Bogor jadi buah bibir kaum milenial

Program "Pancakarsa" Bupati Bogor jadi buah bibir kaum milenial

Para milenial mengikuti Program Bogor Leaders Talk di platform Instagram. ANTARA/HO-Tangkapan Layar.

Bogor Leaders Talk ini salah satu inovasi yang luar biasa
Cibinong, Bogor (ANTARA) - Program utama Bupati Bogor, Ade Yasin bernama Pancakarsa kini menjadi buah bibir para milenial di Kabupaten Bogor, Jawa Barat karena menjadi bahasan dalam kegiatan "Bogor Leaders Talk", Rabu.

Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu memberi ruang bagi para pemuda memberikan ide serta masukan untuk kemajuan Kabupaten Bogor yang dikemas dalam rekaman video dan diunggah di Instagram.

Salah satu peserta, Faizal Afif di Bogor, memberikan ide bahwa kaum milenial di Kabupaten Bogor membutuhkan tempat khusus berkarya bernama Bogor Creative Center.

"Yang pertama bagi saya, Bogor Leaders Talk ini salah satu inovasi yang luar biasa Bupati Ade Yasin dan jajaran di tengah sistem birokrasi yang selama ini dianggap kaku," kata mahasiswa FISIB Universitas Pakuan Bogor itu.

Menurutnya, ada tiga aspek penting untuk membangun kabupaten yang kreatif, yaitu pemeliharaan dan pengembangan potensi ekonomi kreatif, kedua pengembangan kelas kreatif (creative class), ketiga perencanaan dan pengembangan lingkungan kreatif.

Baca juga: Kabupaten Bogor pusatkan layanan sosial di Graha Pancakarsa

"Tiga hal itu dapat menjadikan Kabupaten Bogor sebagai Creative City. Saat ini semangat Pancakarsa sudah sangat membumi di kalangan anak muda. Tinggal bagaimana kami dirangkul agar mampu berdaya saing lokal, regional, nasional maupun internasional," tuturnya.

Sementara, peserta lainnya, Sidiq Purba mencetuskan ide Pancakarsa berbasis data layaknya Seoul Korea Selatan yang dinyatakan sebagai kota cerdas (smart city) pada 2020.

Oleh karena itu, menurutnya, Pemkab Bogor dapat menjalankan inisiatif-inisiatif serupa dengan mengambil keputusan berdasarkan data-data.

"Salah satu inovasi yang Seoul luncurkan adalah layanan Owl Bus, yang dapat beroperasi mengangkut 7.000 penumpang, dan meningkatkan kepuasan warga sebanyak 80 persen.

Untuk menjalankan inovasi itu, Kota Seoul menjalankan tiga miliar panggilan selular per hari, sehingga bisa mendeteksi keberadaan calon penumpang yang akan diangkut, kata Sidiq.

Baca juga: Dana CSR perusahaan dimanfaatkan untuk tiga program di Bogor

Sidiq menambahkan, fungsi data bukan hanya sebagai akuntabilitas, melainkan dapat digunakan akademisi ataupun para pemuda untuk berinovasi, seperti Pemprov Jawa Barat telah meluncurkan Ekosistem Data Jabar sebagai portal data pemerintah dan masyarakat.

Sebagai informasi, Pancakarsa merupakan lima keinginan atau cita-cita untuk pembangunan dan pertumbuhan Kabupaten Bogor selama lima tahun, di antaranya Bogor Membangun, Bogot Sehat, Bogor Cerdas, Bogor Maju dan Bogor Berkeadaban.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar