Bolu Ketan Mendut binaan BSN tembus pasar ekspor

Bolu Ketan Mendut binaan BSN tembus pasar ekspor

CV. Bolu Ketan Mendut Sidoarjo Jawa Timur binaan Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan ekspor perdana Brownies Ketan Cruncy ke Hongkong pada Kamis (29/4). ANTARA/HO-BSN

Jakarta (ANTARA) - Usaha kecil menengah (UKM) binaan Badan Standardisasi Nasional (BSN) yakni CV. Bolu Ketan Mendut Sidoarjo Jawa Timur, Kamis, melakukan ekspor perdana Brownies Ketan Cruncy ke Hongkong.

Dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jakarta, Kamis, rencananya, Brownies Ketan Cruncy yang diproduksi UKM tersebut akan diekspor ke Australia, Turki, dan Singapura, setelah memenuhi persyaratan dari pembeli luar negeri tersebut salah satunya adalah sertifikasi HACCP, dan sertifikasi SNI 2973:2011.

"Komitmen yang tinggi dari pimpinan CV Bolu Ketan Mendut selama proses pembinaan penerapan SNI dan HACCP merupakan kunci sukses meraih Sertifikat SNI 2973:2011 Biskuit dan sertifikat HACCP," tutur Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur Yuniar Wahyudi.

UKM binaan Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur itu berhasil meraih Sertifikat SNI CAC/RCP 1:2011 dan Sertifikat SNI 2973:2011 Biskuit.

​​​​​​​Ekspor ke luar negeri itu menjadi bukti bahwa dengan memproduksi produk sesuai mutu, yang salah satunya ditunjukkan melalui sertifikat SNI, dapat meningkatkan keberterimaan produk di pasar internasional.​​​​​​​

Baca juga: Kemendag: Produk makanan dan minuman siap gebrak pasar Timur Tengah

BSN juga menggandeng mitra di daerah dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM di tingkat nasional maupun global, salah satunya dengan Export Center Surabaya dalam memberikan informasi terkait pasar di luar negeri, persyaratan dan regulasi negara tujuan ekspor, sampai kepada administrasi ekspor.

Jalian Setiarsa yang merupakan pemilik CV Bolu Ketan Mendut menuturkan sertifikasi SNI merupakan cara ampuh bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menembus dan menguasai pasar. Dengan sertifikat SNI, konsumen akan lebih percaya karena produknya terjamin aman, sehat dan bermutu.

"Saya sekarang mengerti dan paham bagaimana mengolah dan memproduksi makanan olahan yang baik setelah menerapkan HACCP dan SNI sehingga produk kami konsisten baik mutu, rasa, maupun keamanannya. Penjualan kami juga meningkat terutama penjualan ekspor ke beberapa negara yaitu Hongkong, Australia, Turki, dan Singapura setelah mengantongi sertifkat HACCP,” ujar Jalian.

Hingga saat ini, Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur telah melakukan pembinaan terhadap 15 UKM untuk meraih SNI. Lima UKM diantaranya berhasil meraih SNI yaitu CV Bolu Ketan Mendut untuk produk biskuit; CV Armet Agro untuk produk sari buah mengkudu; PT Bala Aditi Pakuaty untuk produk keripik tempe; PT Teddy Nem Family untuk produk air mineral; dan Kampoeng Coklat untuk produk kakao bubuk.

Baca juga: Industri pengolahan makanan Jatim tembus ekspor 50 negara
Baca juga: UMKM makanan minuman Indonesia siap tingkatkan ekspor ke Korea Selatan

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar