Kritik PSI kepada Anies dinilai hanya cari sensasi

Kritik PSI kepada Anies dinilai hanya cari sensasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan pada acara penandatanganan perjanjian pokok tentang pembentukan perusahaan patungan pengelola kawasan Kota Tua di halaman Museum Fatahillah, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Kolaborasi ini bertujuan untuk membangkitkan kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa menjadi destinasi wisata kelas dunia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

Kritik yang dilontarkan PSI sebagai isu murahan dan cenderung mengada-ada.
Jakarta (ANTARA) - Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Haji Abdul Ghoni menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya mencari sensasi dengan cara melayangkan kritik terhadap kegiatan Gubernur Anies Baswdan ke luar daerah.

Menurut Ghoni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, kritikan politisi PSI DKI, William Aditya Sarana tersebut, tidak berdasar, karena kunjungan Anies tersebut dilakukan dalam rangka membangun kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemda Kabupaten/Kota di sektor pertanian atau peternakan.

"Kritik yang dilontarkan PSI sebagai isu murahan dan cenderung mengada-ada. Apalagi, PSI selama ini dikenal gencar mengkritik Anies sekedar untuk 'mendompleng' popularitas Anies demi elektabilitas partai," katanya.

Hal itu, katanya, sangat disayangkan karena isu murahan seperti itu tidak bakal bisa mendongkrak popularitas partai PSI untuk 2024.

"Masyarakat DKI sudah pada melek dan sudah merasakan kemajuan pembangunan di berbagai bidang di bawah kepemimpinan Anies," katanya.

Baca juga: Pemprov DKI - Ngawi kerja sama kekuatan pangan

Lebih lanjut, Ketua Umum FORKABI ini menilai, kritik partai pendatang baru PSI di Kebon Sirih, dengan menuduh Anies sibuk melakukan safari politik menjelang akhir pemerintahannya itu keliru besar dan gagal paham.

Kunjungan itu, kata Ghoni, karena Anies ingin memperkuat bidang pertanian antardaerah guna kebutuhan pangan warga agar tetap terjaga dengan baik.

"Pak Gubernur dalam kunjungan tersebut jelas memakai pakaian dinas, bukan memakai baju biasa seperti yang dituduhkan safari politik," ujar anggota dewan tiga periode itu.

Bahkan saat ini, tambahnya, selama pemerintahannya Anies mendapat beragam penghargaan dan pengakuan baik nasional maupun internasional.

Sebelumnya politikus PSI William Aditya melayangkan serangan kepada Anies yang rajin berkunjung ke daerah.

Baca juga: Pemprov DKI gandeng Pemkab Ngawi dukung kebutuhan pangan Jakarta

William menuding Anies lebih sibuk memikirkan pemilihan selanjutnya, padahal masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukannya di Jakarta.

"Sebelum merasa pantas untuk maju di pemilihan berikutnya," ujar William dalam keterangannya di Twitter pribadinya dikutip GenPI.co, Kamis (29/4).

Lebih lanjut, menurut William, kunjungan Anies ke berbagai daerah belakangan ini tidak menunjukkan keseriusan menanggulangi pekerjaannya di Jakarta.

William bahkan melihat bahwa kegiatan itu merupakan safari politik yang tengah diusung Anies Baswedan.

"Saya lihat Pak Anies sudah mulai sibuk di masa akhir jabatannya dengan kegiatan safari politik. Namun sayangnya, di tengah kesibukannya, masih banyak meninggalkan pekerjaan rumah (Jakarta)," kata Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta itu.

Baca juga: Target kerja sama DKI-Gapoktan Cilacap 2021 cakup 1.000 hektare sawah

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

DKI dan Jabar kerja sama di bidang ketahanan pangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar