Cerita Zendaya soal kesehatan mental hingga impian jadi sineas

Cerita Zendaya soal kesehatan mental hingga impian jadi sineas

Zendaya di karpet merah Festival Film Venesia ke-78 untuk penayangan perdana "Dune", di Venesia, Italia, 3 September 2021. (ANTARA/REUTERS/YARA NARDI)

Jakarta (ANTARA) - Aktris muda Zendaya membagi ceritanya soal kesehatan mental hingga cita-citanya menjadi seorang sineas, khususnya sutradara.

Zendaya, yang kini menginjak usia 25 tahun, mengatakan, di tengah kesibukannya sebagai seorang pemain film, ia meluangkan waktu untuk pergi ke terapi untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Baca juga: Denis Villeneuve: "Dune" film yang relevan dengan kondisi saat ini

"Ya, tentu saja saya pergi ke terapi. Maksud saya, jika Anda mampu, memiliki sarana keuangan untuk pergi ke terapi, saya akan merekomendasikan mereka melakukan itu," kata Zendaya dikutip dari Vogue, Rabu.

"Saya pikir, berbagi melalui terapi/konseling adalah hal yang indah. Tidak ada yang salah dengan bekerja dan menerima diri sendiri, serta membicarakan hal-hal itu dengan seseorang yang dapat membantu Anda, seseorang yang dapat berbicara dengan Anda, seseorang yang tidak memiliki bias," imbuhnya.

Aktris yang membintangi film "Dune" (2021) itu mengatakan, pandemi juga ikut membuatnya merasakan "rasa sedih" dan "tidak enak sepanjang hari".

"Apa yang terjadi? Rasanya awan gelap apa yang melayang di atasku dan aku tidak tahu bagaimana cara menghilangkannya, kau tahu?" katanya.

Baca juga: Zendaya isi suara Lola Bunny di "Space Jam: A New Legacy"

Zendaya yang memenangkan Emmy Awards atas perannya sebagai Rue di serial "Euphoria" itu, membagi ceritanya untuk menyalurkan beberapa momen depresif ke dalam perannya sebagai Rue yang sering mati rasa di serial tersebut.

"Euphoria" sendiri banyak menyinggung isu-isu sensitif seperti depresi, adiksi, seks, dan kekerasan. Namun, Zendaya mengatakan dirinya mencoba untuk memahami karakter-karakter dan isu tersebut sampai batas tertentu, dan mencoba mencari secercah harapan dari sana.

"Ketika kita memiliki semua masalah yang sangat gelap ini – terutama ('Euphoria') musim ini yang menghancurkan hati saya untuk Rue – ada secercah harapan karena saya tahu bahwa dia adalah versi terbaik dari dirinya sendiri," katanya.

Hal lain yang Zendaya singgung adalah bagaimana ia membagi perannya antara pekerjaan dengan kesenangannya. "Saya suka berada di lokasi syuting. Ini adalah kehidupan sosial saya," kata dia.

Itu adalah sesuatu yang dia bicarakan dengan terapisnya.

"Harapannya adalah memiliki karir di mana kita dapat berada dalam posisi, secara finansial, hanya melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan karena kita menikmati pekerjaan itu dan tidak perlu khawatir tentang hal-hal lain," ujar Zendaya.

Dia belum yakin dirinya sudah berada di tingkatan itu, mengungkapkan beban tugas di balik perjalanannya. "Tapi saya selalu merasa seperti, 'Saya akan selalu perlu bekerja.' Karena jika saya tidak bekerja maka semuanya bisa hilang besok," ujar pemeran MJ di "Spider-Man: No Way Home" (2021) itu.

Zendaya lalu membagikan cita-citanya untuk bekerja dari balik layar. Ia berharap, film yang ia buat nantinya mampu menyinggung isu sosial, terutama tentang "bagaimana rasanya menjadi orang kulit hitam di Amerika saat ini" kepada anak-cucunya kelak.

"Seni, adalah katalisator besar untuk perubahan. Jika saya menjadi seorang pembuat film, saya yakin bahwa pemeran utama film saya akan selalu menjadi wanita kulit hitam," kata Zendaya.

"Aku harus cepat dan mencari cara bagaimana menjadi seorang sutradara. Saya mencoba, saya belajar setiap hari, sungguh. Ada banyak hal yang ingin saya lakukan," ujarnya menambahkan.


Baca juga: Zendaya tak yakin kembali dalam MCU usai "Spider Man:No Way Home"

Baca juga: Tren lempengan penutup dada Zendaya sampai Gwyneth Paltrow

Baca juga: Spider-Man tetap di MCU, begini reaksi Tom Holland dan Zendaya

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar