Tenggarong (ANTARA News) - Menteri Pertanian, Suswono, mengatakan keberhasilan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menunjang permodalan petani dan para pengusaha kecil perlu dukungan perundangan-undangan perbankan.

"Oleh karen itu, pemerintah dalam waktu dekat segera merevisi undang-undang perbankan agar lebih pro-petani, sehingga nantinya petani akan mudah mendapat pinjaman modal dari perbankan, tanpa harus membangun bank petani sendiri," kata Suswono dalam jumpa pers seusai acara telekonference petani dan nelayan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Penas XIII Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), di Tenggarong, Rabu.

Menurut menteri, dengan adanya undang-undang perbankan yang pro-petani diharapkan petani dengan mudah mendapatkan modal dari perbankan yang selama ini dirasakan sulit oleh petani.

"Selama ini pemerintah sudah menginstruksikan perbankan agar penyaluran KUR tidak usah memakai agunan, tapi di lapangan sebaliknya. Akibatnya, KUR yang disediakan pemerintah kurang terserap optimal," katanya.

Ia mengatakan, saat ini yang diberlakukan adalah pinjaman di atas Rp20 juta diharuskan memakai agunan, sedangkan para petani tidak mempunyai agunan tersebut.

Menurut data dari target penyaluran Rp20 triliun pada tahun 2011, tapi hingga bulan ini baru tersalurkan Rp11 triliun sehingga belum optimal.

Hal tersebut juga dikemukakan dalam dialog Presiden SBY dengan petani dan nelayan melalui video converence pada Pekan Nasional Petani dan Nnelayan dari Istana Presiden-Tenggarong, Rabu.

Mentan sebelumnya mengatakan pekan nasional petani dan nelayan keXIII tahun 2011 merupakan pekan nasional tani dan nelayan terbesar sepanjang masa. "Penas ini mempunyai manfaat besar bagi pengembangan petani karena dalam acara tersebut petani dapat informasi kemajuan teknologi pertanian, sehingga nantinya dapat dapat diterapkan di daerah masing-masing petani," kata Suswono.

Penas XII yang diselenggarakan di stadion Tenggarong Kaltim dari tanggal 18 dan akan ditutup 23 Juni 2011 tersebut dihadiri oleh 30 ribu petani dan nelayan. Sedangkani nilai transaksi dalam Penas hingga hari terakhir sebesar Rp25 miliar.(*)

(T.S006/A027)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011