Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan prestasi olahraga yang diraih oleh para atlet dapat meningkatkan branding bangsa.

“Komunikasi olahraga dapat menjadi branding nasional. Bahkan pada awal kemerdekaan, bagaimana kegiatan olahraga didorong ke dimensi politik untuk menunjukkan eksistensi bangsa ini. Kalau sekarang lebih pada branding sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari sport industry ke sport tourism,” ujar Zainudin dalam Kuliah Wawasan “Membangun Nation Branding Melalui Komunikasi Olahraga dalam Meningkatkan Prestasi di Tingkat Global” yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan bagaimana Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan atletnya ke ajang Olimpiade di London pada 1948. Meskipun saat itu, terjadi penolakan partisipasi atlet mewakili Indonesia yang mana jika para atlet ingin berpartisipasi harus menggunakan nama Hindia Belanda. Menurut dia, hal itu merupakan sarana perjuangan bangsa karena pada saat itu masih sedikit negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Indonesia pertama kali tampil di Asian Games di New Delhi pada 1951 dan berhasil memperoleh lima medali perunggu.

Baca juga: Bappenas ingin pendekatan industri demi majukan prestasi olahraga

Olahraga, lanjut dia, digunakan sebagai sarana politik dan juga sarana pembangunan serta menjadi nation branding pada saat ini. Menpora mengatakan saat ini pemerintah sedang merancang Desain Besar Olahraga Nasional.

“Kita perlu langkah afirmatif dan juga luar biasa, agar prestasi dapat menjadi branding bangsa kita. Saat ini kita merancang Desain Besar Olahraga Nasional, karena tidak mungkin kita bisa berprestasi jika hanya mengandalkan bakat semata,” kata dia lagi.

Rektor Uhamka, Prof Gunawan Suryoputro, mengatakan Indonesia turut berpartisipasi dalam relasi global termasuk diantaranya pada ajang olahraga dan juga ditunjuk sebagai pemimpin G20.

“Sejumlah kegiatan olahraga yang diselenggarakan Indonesia terbukti dapat membuat negara luar mengenal Indonesia. Dengan demikian rasanya tidak berlebihan kalau kita mengangkat nation branding melalui kajian-kajian komunikasi olahraga ini untuk dijadikan pengembangan keilmuan khususnya ilmu komunikasi berkaitan dengan komunikasi global,” kata Gunawan.

Gunawan berharap kepada mahasiswa agar kuliah wawasan ini dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Serta riset dan juga publikasi bagi para dosen.

Kepala Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Uhamka, Farida Hariyati, mengatakan webinar itu diharapkan dapat tetap menghidupkan tradisi akademis di lingkungan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Uhamka melalui forum ilmiah seminar. ***3***

Baca juga: Menpora dinilai sukses genjot prestasi olahraga nasional
Baca juga: Kemenpora: Capaian prestasi olahraga tahun 2021 alami peningkatan
Baca juga: Perwosi punya peran strategis membangun peningkatan prestasi olahraga


Pewarta: Indriani
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2022