Jakarta (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat, memperkirakan Jakarta terancam digenangi banjir akibat gelombang pasang air laut yang masuk ke darat (rob) dan banjir akibat hujan pada 17-19 Januari.

"Pada 17-19 Januari kita takutkan Jakarta terancam banjir rob yang dibarengi hujan lebat, karena pada beberapa hari kedepan potensi hujan di wilayah itu masih tinggi," kata Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrim BMKG, Kukuh Ribudiyanto kepada ANTARA di Jakarta.

Kukuh menambahkan puncak curah hujan yang besar memang terjadi pada Januari dan Februari, dan banjir akan diperparah akibat adanya gelombang pasang air laut.

"Potensi banjir Jakarta dipengaruhi oleh gelombang laut masuk ke pantai dan hujan di Bogor serta Jakarta yang berintensitas tinggi, sehingga air di sungai di Jakarta akan terhambat dibuang ke laut dan menggenangi ibu kota," tambah Kukuh.

Menurut Kukuh potensi hujan lebat di wilayah Bogor masih tinggi pada beberapa hari ke depan dengan intensitas air mencapai di atas 55 milimeter per hari.

Berdasarkan data BMKG wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Kepualaun Riau, Banten bagian selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian utara dan selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat bagian barat dan utara serta Kalimantan Timur bagian timur.

Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang terdiri dari Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur bagian barat, Sulawesi Tengah bagian timur, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian seltan dan Papua bagian tngah.

Selain itu BMKG memperingatkan adanya tekanan rendah di perairan barat Australia Utara sebelah barat daya Rote yang membentuk pumpunan angin yang memanjang dari Laut Jawa hingga Laut Sawu serta tertutupnya sirkulasi angin di wilayah utara Selat Karimata.

(B019)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012