Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) menggelar Kejuaraan Nasional Anggar 2022 di GOR POPKI, Jakarta, pada 27 Oktober-3 November untuk menjaring bibit atlet potensial.

Ketua Umum PB IKASI Agus Suparmanto mengatakan sebanyak 620 atlet dari 24 provinsi di Tanah Air turut bersaing dalam ajang yang mempertandingkan nomor floret, degen, dan sabel untuk putra, putri, serta beregu.

"Dari seluruh daerah kami kumpulkan di sini, nanti kami pilih atlet-atlet mana saja yang potensial mulai tingkat pra-kadet, kadet, junior dan senior. Jadi seluruh usia," kata Agus yang secara resmi membuka Kejurnas Anggar 2022 di GOR POPKI, Jumat.

Agus juga mengatakan ajang tersebut merupakan salah satu cara yang dilakukan PB IKASI untuk memberikan pengalaman kepada para atlet demi mempersiapkan diri menghadapi ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.

Baca juga: Menpora ajak pemuda Indonesia kembangkan potensi demi kejayaan bangsa

Selain itu, dalam rangka menemukan parter sparing yang lebih baik, PB IKASI juga berencana mengirim 24 atlet terbaik ke Korea Selatan.

"Kami lakukan pelatihan-pelatihan dan dalam dua pekan lagi dan kami akan kirim atlet-atlet ini ke Korea Selatan untuk berlatih bersama sehingga mereka semua bisa menambah pengalaman," kata Agus.

Menurut Agus, atlet anggar Indonesia bakal mendapatkan pengalaman berharga bila berlatih tanding dengan atlet Korea Selatan.

Negeri Ginseng, lanjut Agus, pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang menjadi peraih medali terbanyak cabang anggar dengan rincian enam emas, tiga perak dan enam perunggu.

"Mereka juga punya salah satu atlet yang juara dunia. Kami juga punya hubungan baik, rutin setiap tahun ada pertukaran. Sehingga atlet-atlet senang dan bisa mengukur kemampuan mereka. Karena anggar ini perlu 'sparing partner' yang bagus dalam bertanding," ujarnya menambahkan.

Agus juga tak menampik pandemi COVID-19 telah menghambat program PB IKASI. Namun pihaknya terus berusaha untuk memastikan pembinaan dan pelatihan atlet tetap berjalan.

"Selama dua tahun ini kami sulit mengadakan pertandingan dan keluar negeri juga lebih susah. Tetapi kami tak bisa berhenti begitu saja, jadi kami carikan jalan keluarnya. Jadi ini adalah Kejurnas pertama setelah pandemi. Semoga bisa melaluinya dan tetap bersemangat," kata Agus.

Baca juga: PASI upayakan Maria Londa kembali ke pelatnas atletik

Dalam kesempatan yang sama, Komite Eksekutif NOC Indonesia, Rafiq Hakim Radinal mengatakan pihaknya menyambut baik Kejurnas Anggar 2022 dan mendukung pengiriman 24 atlet ke Korea Selatan.

"Ini satu kemajuan yang sangat baik. Karena ketika pandemi kita semua sulit. Semoga ini bisa kembali melahirkan prestasi yang lebih baik," kata Rafiq.

"Saya lihat juga IKASI memprioritaskan kepada pelatihan untuk para pelatih dan kesejahteraan dari para pengurus, pelatih dan seluruh ofisial dari cabang anggar," ujar Rafiq.

Adapun untuk para atletnya, Rafiq menilai PB IKASI juga memberikan perhatian yang cukup dengan memberikan kesempatan berlatih di luar negeri.

Selain itu, dengan hadirnya perwakilan dari 24 provinsi pada Kejurnas Anggar 2022, juga menunjukkan kepedulian PB IKASI kepada potensi-potensi yang ada di daerah-daerah.

"Saya juga dengar peralatan dikirim dari PB IKASI ke daerah-daerah, sehingga pembinaan di daerah semoga bisa jauh lebih baik. Sekarang bagaimana kita bantu agar pelatih juga bisa masuk ke daerah, karena atlet ini tidak bisa berlatih tanpa pelatih yang baik di setiap provinsi," pungkas Rafiq.

Baca juga: Arab Saudi tuan rumah Asian Winter Games 2029 di megacity NEOM

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2022