Sukabumi (ANTARA News) - Asep Supriatna (48), wisatawan asal Cirebon, diduga tenggelam di Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi saat berenang dan sampai Selasa petang belum ditemukan.

"Pencarian terhadap jasad korban belum membuahkan hasil karena hari sudah mulai gelap dan kondisi gelombang cukup tinggi," kata Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD), Okih Fajri kepada ANTARA, Selasa.

Menurut pihak keluarga korban, Asep yang merupakan warga Jalan Taman Sari Blok 1, Perumahan Taman Kalijaga Permai, Kota Cirebon, hilang tenggelam di Pantai Citepus sekitar pukul 14.00 WIB. Namun tim SAR baru mendapat laporan sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat tenggelam, korban menggunakan celana pendek hitam tanpa memakai baju. Korban tenggelam karena berenang terlalu jauh dari pantai dan tergulung ombak besar sehingga terseret arus sampai ke tengah. Keluarga korban yang hendak membantu korban tidak mampu karena korban langsung hilang setelah tergulung ombak tersebut.

"Kami pun langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya korban, tetapi pencarian cukup sulit karena ombak yang cukup besar dan lokasi yang berkarang. Rencananya pencarian akan dilanjutkan pada esok hari mulai dari pagi," tambahnya.

Sementara itu Dedi, keponakan korban, mengatakan bahwa pamannya tersebut tenggelam karena tergulung oleh ombak saat berenang. Pihak keluarga pun langsung mencoba membantu. Namun karena gelombang terlalu tinggi, mereka akhirnya kembali ke pantai, khawatir ikut terbawa arus.

"Kami berusaha membantu tetapi tidak berhasil dan langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak keamanan laut yang sedang berjaga," kata Dedi.

Sementara itu di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat., dua wisatawan asal Bekasi, Dedi Apriansyah (18) dan Rudi Abdullah (16) nyaris tewas tenggelam.

Informasi dari Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, kedua korban yang merupakan warga Kampung Cikedokan, Kelurahan Sukadanau, Cikarang Barat, Bekasi ini sempat terbawa arus ombak beberapa puluh meter dari bibir Pantai Karanghawu I karena berenang terlalu tengah. Namun mereka berhasil diselamatkan.

Petugas keamanan laut yang melihat adanya wisatawan yang terbawa arus laut langsung melakukan penyelamatan.

Mereka berdua selamat namun kondisinya lemah karena terlalu banyak meminum air laut.

"Berarti sampai hari ini sudah lima wisatawan yang tenggelam tapi berhasil diselamatkan, pertama pada 30 Desember tiga orang wisatawan tenggelam di Pantai Nambo, Kecamatan Cisolok dan terakhir hari ini dua wisatawan asal Bekasi," kata Kepala Informasi dan Komunikasi (Infokom) Balawista Kabupaten Sukabumi, Dede Sumarna kepada ANTARA, Selasa.

Menurut Dede, kecelakaan laut yang terjadi tersebut karena wisatawan tidak memperhatikan imbauan dan larangan dari penjaga pantai agar tidak berenang di zona berbahaya, apalagi saat ini gelombang dan ombak cukup tinggi.

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali kecelakaan laut, kata Dede, pihaknya terus bersiaga memantau aktivitas wisatawan di sepanjang pantai.

Pada hari pertama Tahun 2013 wisatawan pantai selatan tersebut masih padat, tetapi jumlahnya sudah mulai berkurang atau tidak sepadat saat malam pergantian tahun.

"Wisatawan diperkirakan masih padat sampai akhir pekan atau sampai masa libur berakhir, untuk itu kami terus bersiaga khawatir ada wisatawan yang terbawa atau terseret arus laut," tambahnya.

Dibandingkan perayaan pergantian pada tahun lalu, jumlah wisatawan yang tenggelam menurun drastis bahkan pada pergantian 2011 ke 2012. Saat itu ada beberapa wisatawan yang tewas akibat tenggelam. "Kami berharap tidak ada lagi wisatawan maupun warga yang menjadi korban kecelakaan laut," kata Dede.
(KR-ADR/T004)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013