Realisasi ekspor Provinsi Papua Barat ke Tiongkok sebanyak 162,63 juta dolar AS....
Manokwari (ANTARA) -
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi ekspor Provinsi Papua Barat ke Tiongkok sebanyak 162,63 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau 70,18 persen dari total ekspor pada April 2023 yaitu 231,74 juta dolar AS.
 
"Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar," kata Pelaksana Tugas Kepala BPS Papua Barat Johannis Lekatompessy, di Manokwari, Senin.
 
Selain Tiongkok, kata dia lagi, ada dua negara tujuan ekspor terbesar, yaitu Malaysia dengan nilai 39,66 juta dolar AS atau 17,11 persen, dan Korea Selatan 27,59 juta dolar AS atau 11,91 persen.
 
Kemudian negara lainnya, seperti Jepang, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Papua Nugini, Timor Leste, dan Arab Saudi.
 
"Ekspor ke negara-negara di kawasan ASIA sebanyak 99,83 persen atau setara 231,34 juta dolar AS," kata Johannis.
 
Ia menjelaskan komoditas ekspor Papua Barat didominasi minyak dan gas (migas) yang mencapai 229,69 juta dolar AS atau 99,12 persen dari total ekspor periode April 2023.
 
Sedangkan non-migas hanya 2,05 juta dolar AS atau 0,88 persen, yang meliputi ikan dan udang, daging dan ikan olahan, kayu dan barang dari kayu, garam belerang dan kapur, perhiasan, produk hewani, dan lainnya.
 
Ekspor Papua Barat melalui Pelabuhan Laut Kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 99,12 persen, kemudian Pelabuhan Manokwari, Pelabuhan Sorong, Bandara Deo Sorong, Bandara Soekarno-Hatta, dan Pelabuhan Tanjung Perak.
 
"Ekspor komoditas migas masih sangat dominan ketimbang non-migas," ujar Johannis pula.
 
Ia menuturkan nilai impor Papua Barat tercatat 8,39 juta dolar AS lebih rendah dari realisasi ekspor.
 
Dengan demikian, neraca perdagangan Papua Barat pada April 2023 mengalami surplus sebanyak 223,35 juta dolar AS.
 
"Baik dari sisi nilai maupun volume, realisasi ekspor lebih besar dari impor," ujar dia lagi.
Baca juga: Kementan catat 2019 ekspor pertanian Papua Barat Rp936,6 milyar
Baca juga: Realisasi ekspor Papua Barat pada Desember 2022 naik 21,15 persen

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2023