Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Jamaluddin Jompa, MSc, menyerahkan secara resmi fasilitas pengelolaan sampah kepada Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang secara simbolis diterima Bupati Maros H A S Chaidir Syam, Jumat.

Fasilitas pengelolaan sampah tersebut diantaranya TPS3R dan Trash Trap yang merupakan hasil inovasi dari tim peneliti Unhas.

Prof JJ memberikan apresiasi kepada tim Trash Trap Unhas atas inisiatif dan inovasi yang dihasilkan untuk membantu pemerintah mengurangi kebocoran sampah daratan ke lautan.

Menurutnya, ini merupakan upaya bersama mengamankan lingkungan, dimulai dari desa akan tetapi dampaknya bersifat mendunia. Dirinya berharap, pemerintah daerah khususnya warga Desa Borimasunggu dapat bisa memanfaatkan dan menjaga fasilitas tersebut dengan baik.

Baca juga: Ketua MA paparkan transformasi digital badan peradilan modern di Unhas

Baca juga: 13 Awardee IISMA Unhas jalani pembekalan keberangkatan


“Trash Trap hadir sebagai langkah preventif untuk memberhentikan laju sampah plastik di laut yang nantinya dapat menyebabkan timbulnya mikroplastik. Dengan pemanfaatan dan keterlibatan aktif masyarakat, kami menyakini 90 persen sampah plastik di Kabupaten Maros akan berkurang,” kata Prof JJ.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Unhas untuk bergerak bersama pemerintah menghadirkan berbagai inovasi untuk keberlangsungan masyarakat melalui upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Pemasangan Trash Trap dan kehadiran TPS3R di Desa Borimasunggu, Maros, akan dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung lingkungan yang berkelanjutan. Keterlibatan Unhas terhadap daerah sangat diperlukan melalui ketersediaan SDM berkualitas yang dimilikinya,” kata Chaidir Syam.

Sementara itu, Dr Shinta Werorilangi selaku Ketua Tim Peneliti Sampah Plastik Unhas menjelaskan, Trash Trap merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah dan mengurangi kebocoran sampah plastik dari sungai dengan memasang perangkap sampah dari daerah muara sungai.

Dirinya menjelaskan, inisiatif ini mulai dilakukan sejak 2021. Dimana, trash trap ini dibuat dengan melibatkan tim dari dosen dan mahasiswa KKN Unhas.

“Trash Trap ini akan kita bangun di tiga daerah yakni di Kabupaten Maros khususnya di Desa Borimasunggu, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Bone. Selain trash trap, kami juga menghadirkan TPS3R sehingga masyarakat sekitar dapat berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini kita harapkan bisa berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan sampah,” ujar Dr Shinta.

Secara umum, sampah plastik merupakan realita yang dihadapi dunia saat ini, sampah plastik yang ada di laut, salah satunya berasal dari sungai, dimana sampah dari hulu, terbawa aliran sungai hingga masuk ke perairan laut.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah kebocoran sampah plastik yang ada di sungai. Trash Trap yang didesain oleh Tim Peneliti Sampah Plastik Unhas diharapkan menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mengurangi mikroplastik.*

Baca juga: Pembekalan KKN Unhas gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Baca juga: 12 tim Unhas lolos ke semifinal kompetisi Satria Data Nasional 2023

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2023