Menpan RB: RUU ASN memuat percepatan rekrutmen tiga kali setahun

Menpan RB: RUU ASN memuat percepatan rekrutmen tiga kali setahun

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (13/9/2023). ANTARA/Andi Firdaus.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas mengemukakan Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN) memuat skema percepatan rekrutmen ASN menjadi tiga kali dalam setahun.

"Isu pertama di dalam sistem transformasi, yakni rekrutmen dan jabatan ASN," kata Azwar sesuai menghadiri agenda rapat terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama menteri terkait, di Istana Negara Negara, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Anggota Komisi II DPR sebut RUU ASN tinggal ketuk palu

Selama ini, kata Azwar, siklus rekrutmen ASN paling cepat dilakukan dalam kurun setahun hingga dua tahun sejak terjadi gelombang pensiun.

Kondisi itu, memicu kecenderungan kebijakan pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan dengan merekrut tenaga honorer, kata Azwar menambahkan.

"Nah ke depan, siklus rekrutmen ASN tidak perlu setahun sekali atau dua atau satu kali dalam dua tahun, tetapi ke depan akan lebih cepat, jadi begitu pensiun mungkin bisa setahun ada tiga kali siklus rekrutmen ASN," katanya.

Ia mengatakan siklus rekrutmen ASN yang dipercepat melalui RUU bertujuan untuk mencegah gelombang rekrutmen tenaga honorer yang umum terjadi di daerah, untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggal oleh pensiunan.

"Karena kebutuhan hari ini sudah pensiun, sementara rekrutmennya masih tahun depan atau dua tahun lagi, maka kecenderungan di daerah mengisi dengan honorer, maka munculah sekarang honorer banyak sekali," katanya.

"Selama ini kalau ada pensiun berhenti, itu siklusnya kadang nunggu ritual tahunan baru tahun depan rekrutmen," kata Azwar menambahkan.

Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan pembahasan mengenai RUU ASN sebagai revisi dari UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Selain rekrutmen dan jabatan ASN, RUU ASN juga memuat enam topik pembahasan lainnya yang segera diangkat menuju ke tingkat 1, yakni talenta nasional, percepatan pengembangan kompetensi, penuntasan tenaga honorer, reformasi pengelolaan kinerja dan kesejahteraan ASN, digitalisasi manajemen ASN, penguatan budaya kerja citra ASN.

Baca juga: Anggota Komisi II bantah isu pembatalan pengangkatan honorer jadi PPPK
Baca juga: Komisi II: Revisi UU ASN hampir dipastikan penggantian undang-undang
Baca juga: Komisi II rumuskan penataan non-ASN dalam RUU ASN hingga Desember 2024

 

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar