Ada pertanyaan lha kok banyak sekali TPST TPST ini, ya karena TPST ini kita pandang sebagai industri, bukan tempat buangan sampah. Jadi harus dipahami TPST-TPST yang kita kembangkan ini adalah bangkitan bangkitan baru unit ekonom
Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan beberapa tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di tingkat kabupaten maupun tingkat kelurahan selain sebagai tempat buangan sampah juga sebagai industri yang dapat membangkitkan unit ekonomi.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa, mengatakan, saat ini sudah ada fasilitas pengolahan sampah konsep Intermediate Treatment Facility (ITF) di Pasar Niten, kemudian TPST di kelurahan-kelurahan, dan TPST yang sedang dibangun di Modalan Banguntapan, dan TPST di wilayah Argodadi Sedayu.

"Ada pertanyaan lha kok banyak sekali TPST TPST ini, ya karena TPST ini kita pandang sebagai industri, bukan tempat buangan sampah. Jadi harus dipahami TPST-TPST yang kita kembangkan ini adalah bangkitan bangkitan baru unit ekonomi," katanya usai peresmian ITF Pasar Niten.

Menurut dia, TPST atau sarana pengolahan sampah yang dikelola pemerintah daerah maupun badan usaha milik kelurahan (BUMKal) di Bantul itu juga sebagai unit bisnis yang bahan baku utamanya sampah baik organik maupun anorganik yang kemudian diolah menjadi barang bernilai ekonomi.

"Inilah yang disebut dengan sirkular ekonomi, ekonomi berputar, sampah itu menjadi sumber daya ekonomi baru, ini nanti kan ada uangnya semua, karena di ITF Pasar Niten ini hasilnya yaitu RDF (refused derived fuel) atau pengganti bahan bakar, dan pupuk kompos," katanya.

Bupati mengatakan, untuk hasil olahan sampah berbentuk RDF sudah ada yang membeli dari salah satu perusahaan di Cilacap Jawa Tengah yang sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

"Kemudian dibeli oleh Dinas Pertanian sendiri karena juga memerlukan kompos untuk terutama tanaman hortikultura itu. Jadi semuanya sudah sesuai jalur, tinggal kapasitas ini perlu ditingkatkan, dan ini kita sedang mengejar target 2025 itu pengelolaan sampah harus tuntas," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan, peresmian operasional ITF Pasar Niten ini dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah 2024 yang bertujuan memperkuat komitmen dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mengatasi sampah.

Kemudian memperkuat partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pengelolaan sampah dari sumber melalui gerakan memilah dan mengolah sampah di sumbernya.

"Serta memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi ekonomi sirkular dan bisnis hijau dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi, dan membangun rantai nilai pengelolaan sampah di seluruh sektor," katanya.

Baca juga: Bantul anggarkan Rp1,19 triliun untuk pengadaan barang dan jasa 2024

Baca juga: Bantul alokasikan anggaran Rp20 miliar bangun TPST di Sedayu


Pewarta: Hery Sidik
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2024