counter

BBC juga angkat kontroversi pemuatan 212 dalam X-Men Gold

BBC juga angkat kontroversi pemuatan 212 dalam X-Men Gold

X-Men Gold (Marvel.com)

Jakarta (ANTARA News) - Media massa internasional terus menyoroti pesan-pesan terselubung komikus Indonesia yang turut membuat komik produksi Marvel Comics. "X-Men Gold".

BBC misalnya, hari ini menurunkan headline dengan teras berita "Marvel Comics harus meminta maaf dan mengubah rilis terakhir komiknya setelah salah seorang senimannya memuat referensi tersembunyi mengenai kontroversi politik yang tengah terjadi di Indonesia."

Pencitraan yang dimasukkan komikus Indonesia Ardian Syaf, kontributor paruh waktu Marvel, dianggap para pengguna media sosial telah menyebarkan kebencian. Beberapa dari pengguna media sosial itu juga menujukkan sentimen anti-Yahudi dalam karya seni Ardian.

Seri pertama X-Men Gold telah dirilis awal April lalu. Marvel sudah menyatakan akan mengeluarkan referensi ofensif itu dari edisi cetaknya, selain akan menindak Ardian.

Menurut BBC, Ardian sendiri mengaku hanya mengutarakan pandangan politiknya dan tidak menyebarkan kebencian.

Di bawah judul "Why an X-Men comic has ignited political debate in Indonesia" atau "Mengapa komik X-Men memicu debat politik di Indonesia", BBC menyampaikan empat poin dalam beritanya itu.

Poin pertama dan kedua adalah pengasosiasan si pembuat kartun dengan aksi 212 dan Al Maidah ayat 51 yang terekam jelas dalam kartun karyanya, sedangkan poin ketiga mengenai tindakan Marvel setelah kontroversi ini. Poin terakhir adalah menyangkut alasan orang marah terhadap misi tersembunyi si pembuat kartun.

Menurut BBC, Ardian sudah menanggapi kemarahan publik via Facebook miliknya, namun menyebut mereka yang marah tidak kenal siapa dia.

"Karir saya sudah berakhir. Itu adalah konsekuensi dari yang telah saya lakukan. Jadi tolong jangan ada lagi olok-olok, jangan lagi ada kebencian. Saya meminta maaf atas kegaduhan ini. Selamat tinggal. Tuhan memberkati Anda semua," tulis Ardian dalam Facebook seperti dikutip BBC.

Tapi permintaan maaf dia tidak menghentikan kemarahan para netizen.

"Tak perlu tahu siapa Anda untuk memahami apa yang telah Anda lakukan," kata seseorang bernama Andy Apsay dalam Facebook. "Itu sudah terang-terangan dan sengaja. Anda tidak lebih besar dari Marvel."

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar