Surabaya (ANTARA News) - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi dana nonbujeter DKP dengan tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri. "Jumat (29/6), saya akan datang (untuk memenuhi panggilan KPK)," ujarnya usai menghadiri pelatihan peningkatan kapasitas manajemen pengelola dan petugas Panti Asuhan Muslimat NU se-Indonesia di Surabaya, Rabu. Dalam kesempatan itu, Khofifah tampak mengelak untuk menjawab pertanyaan lain tentang dana DKP itu. "Saya akan jelas nanti saat diperiksa KPK saja," ungkapnya di sela-sela pelatihan yang digelar PP Muslimat NU bekerjasama dengan Departemen Sosial (Depsos) RI itu. Secara terpisah, Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur Dr KH Ali Maschan Moesa MSi menilai pemeriksaan saksi dalam kasus dana nonbujeter DKP sudah bukan bersifat hukum lagi, namun politis. "Kelihatannya, hukum bukan lagi menjadi alat keadilan, melainkan hukum sudah menjadi alat kekuasaan, karena hukum yang dilakukan KPK sekalipun ternyata tidak bebas dari politik," tegasnya. Ia menyatakan dana nonbujeter itu diberikan kepada semua orang, namun mereka yang diperiksa sebagai saksi dari orang-orang tertentu yang kelihatan sangat politis. "Ormas keagamaan yang menerima itu tidak hanya NU, tapi kenapa pak Hasyim (Ketua Umum PBNU) yang diperiksa. Ormas perempuan juga bukan hanya Muslimat NU, tapi kenapa Khofifah. Ormas pemuda juga bukan hanya GP Ansor, tapi kenapa Syaifullah Yusuf (Ketua Umum PP GP Ansor)," ucapnya. Hal itu juga terlihat dari pemeriksaan mantan Cawapres Ir KH Solahuddin Wahid (Gus Solah) dan mantan Ketua Umum DPP Golkar Ir Akbar Tandjung. "Kalau tidak politis, tentu semua yang menerima diperiksa atau tidak satu kelompok," tuturnya. Pelatihan peningkatan manajemen pengelola dan petugas Panti Asuhan Muslimat NU se-Indonesia itu diikuti 60 peserta dari 26 panti asuhan dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan NTB. (*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2007