Tencent perluas kerja sama dengan perusahaan Indonesia

Tencent perluas kerja sama dengan perusahaan Indonesia

Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun (tiga kanan) foto bersama pejabat eksekutif Tencent di Shenzhen, China, Jumat (10/8/2018). Foto: KBRI Beijing

Karakter konsumen Indonesia yang lebih terbuka dalam menerima teknologi baru menjadikan Indonesia sebagai target partner dan konsumen oleh para pebisnis digital
Jakarta (ANTARA News) - Penyedia jasa pengiriman pesan instan terpopuler di China Tencent berniat memperluas bidang kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Indonesia.

"Tencent akan memperluas kerja sama dengan 'start up' (perusahaan rintisan) lokal di Indonesia, khususnya bidang pariwisata, teknologi, internet, musik, dan 'game online'," kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Jakarta, Sabtu.

Dengan didampingi pejabat dari Konsulat RI di Guangzhou dan Konsulat RI di Hong Kong, Dubes bertemu dengan tujuh pimpinan eksekutif Tencent di kantor pusat Tencent di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Jumat (10/8).

"Pertemuan kemarin membuka peluang investasi dan kerja sama Tencent dengan perusahaan lokal di Indonesia. Tencent juga akan hadir pada forum bisnis yang akan diselenggarakan KBRI Beijing dan dalam waktu dekat akan berkunjung ke Jakarta," kata Djauhari.
    
Pada 2016, Tencent telah menginvestasikan dana senilai 20,8 miliar dolar AS ke berbagai perusahaan rintisan.      Tencent juga telah menanamkan investasi di berbagai perusahaan berbasis daring di Tanah Air, di antaranya GoJek pada Mei 2017 dan investasi JD.Com ke Traveloka.
    
Sementara itu, pada bulan Juni 2018 Grup Lippo menginvestasikan sejumlah dana Tencent sebagai langkah awal memasuki bisnis digital. Menurut Dubes, persaingan dua raksasa perusahaan teknologi internet di Asia asal China memberikan keuntungan bagi perusahaan rintisan di Indonesia.
    
"Karakter konsumen Indonesia yang lebih terbuka dalam menerima teknologi baru menjadikan Indonesia sebagai target partner dan konsumen oleh para pebisnis digital," ujarnya.
    
Oleh sebab itu, dia yakin dalam beberapa waktu ke depan akan muncul beberapa perusahaan rintisan baru di Indonesia.
    
Berdiri pada 1998, Tencent Holdings  merupakan konglomerasi China yang memiliki anak perusahaan di bidang jasa teknologi, internet, kecerdasan artifisial, dan investasi domestik dan global.
    
Memasuki pasar saham pada 2004 dengan valuasi 11 miliar dolar AS, nilai valuasi Tencent sampai dengan Januari 2018 telah mencapai 580 miliar dolar AS atau melampaui Facebook dan berada sedikit di bawah Amazon.
    
Beberapa produk Tencent di antaranya Wechat, JD.com, QQ.com, QQ Mobile, QQ Music, dan JOOX.
    
Di China, Wechat semakin mengakar dengan jumlah pengguna aktif sekitar 1,3 miliar. Selain aplikasi pesan instan, Wechat juga terhubung dengan layanan perbankan dan alat pembayaran elektronik yang sangat populer di daratan Tiongkok, yakni Wechat Pay.

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar