BUMN Hadir

Perinus kelola pengolahan ikan di Talaud

Perinus kelola pengolahan ikan di Talaud

Ilustrasi. Sejumlah pekerja memilah ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Aceh Timur, Aceh, (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Perinus sebagai pemenang lelang, kami diberi kepercayaan untuk mengelola `Integrated Cold Storage` dan menjadi operator Unit Pengolahan Ikan di Kabupaten Talaud
Jakarta (ANTARA News) - PT Perikanan Nusantara (Perinus) diberi kepercayaan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengelola Unit Pengolahan Ikan (UPI) di sentra pulau terluar Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh Direktur Utama Perinus Dendi Anggi Gumilang dengan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Bramantyo di Sinergi Lounge Kementerian BUMN Jakarta, Senin.

"Perinus sebagai pemenang lelang, kami diberi kepercayaan untuk mengelola `Integrated Cold Storage` dan menjadi operator Unit Pengolahan Ikan di Kabupaten Talaud," kata Dendi.

Ada pun kerja sama ini menyangkut pemanfaatan gudang beku terintergrasi (Integrated Cold Storage/ICS) dan pemanfaatan barang daerah di lokasi Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) oleh Perikanan Nusantara.

Dendi menjelaskan dalam kerja sama ini, Perinus akan mengelola gudang beku terintegrasi dengan kapasitas 200 ton ikan. Selain itu, Perinus juga akan memperbaiki sejumlah aset dan fasilitas yang sudah tersedia, sepeti pabrik es baru dan gudang beku (cold storage), serta melakukan pembelian ikan dari nelayan.

"Kapal bantuan dari KKP akan dimanfaatkan dan Perinus menjadi `offtaker` hasil perikanan. Kami juga menyiapkan kapal penampung sehingga nelayan tidak kesulitan," kata Dendi.

Dalam kesempatan sama, Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni mengatakan kerja sama ini akan mengoptimalkan hasil produksi Kabupaten Kepulauan Talaud yang saat ini berkisar 13.000 ton setahun.

Ia menjelaskan perairan Kabupaten Talaud merupakan salah satu tempat penghasil lkan Tuna, Ikan Tongkol dan lkan Cakalang terbesar di mana sangat memiliki nilai keuntungan yang tinggi.

"Potensi tersebut belum memberikan dampak maksimal bagi daerah karena fasilitas pengelolaan hasil ikan yang masih kurang baik seperti keterbatasan alat tangkap, keterbatasan tempat penyimpanan ikan, kapasitas kapal serta fasilitas pengelolaan hasil tangkap," kata Sri.

Selain itu, Sri menambahkan banyak pihak yang tidak bertanggung jawab pada pengelolaan hasil tangkap ikan sehingga menimbulkan kerugian dari melimpahnya produksi Ikan di Kabupaten Talaud.?

Ada pun pertumbuhan ikan di Kabupaten Talaud menurut data statistik tahun 2016 adalah 13.047 ton/tahun, hal tersebut didukung oleh Wilayah Kabupaten Talaud yang 96 persennya adalah air, sehingga sangat berpotensi untuk meningkatkan produksi ikan.

Baca juga: Perikanan Nusantara optimalkan perikanan di Malut











(T.M053/B/S025/C/S025) 13-08-2018 15:03:33

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Peluang investasi terbuka kembali di PPN Ambon

Komentar