Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menilai dapur umum mandiri berbasis masyarakat lebih efektif dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana.

"Konsep Langar atau Community Kitchen ini bisa kita adopsi. Dapur umum tidak harus selalu menggunakan truk dapur umum yang selama ini kita pakai," kata Harry dalam keterangan tertulisnya, Senin.

"Dalam situasi bencana seperti di Sulteng, untuk memobilisasi truk dapur umum lapangan perlu waktu. Sehingga konsep Langar lebih mudah dan cepat kita lakukan karena yang kita berdayakan adalah warga setempat," ia menambahkan.

Harry mencontohkan pengoperasian dapur umum mandiri yang didirikan Komunitas Sikh Seva Indonesia (SSI) bekerja sama dengan Khalsa Aid di lima titik di Kabupaten Donggala.

"Dua dapur umum mereka kelola, dua dapur umum lainnya dikelola oleh masyarakat dengan pasokan bahan makanan dari mereka," katanya.

Komunitas tersebut menyediakan peralatan dan perlengkapan memasak serta bahan bakunya, dan menyerahkan pengolahan makanan kepada para ibu di pengungsian.

Relawan Khalsa Aid, Dokter Shamsher, di sela membagikan makanan untuk pengungsi di lapangan Desa Loli Pesua menjelaskan bahwa setiap hari timnya menanyakan kepada ibu-ibu rancangan menu makan siang dan makan malam. Tim Khalsa Aid mencatat bahan-bahan yang diperlukan kemudian membelinya di Pasar Palu.

Shamsher, dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit di Chandigarh, India, mengatakan bahan makanan yang sudah dibeli kemudian diserahkan kepada ibu-ibu di dapur umum untuk dimasak. Dalam satu kali memasak, ibu-ibu mampu menyajikan hingga 500 porsi makanan.

"Saat proses memasak kami juga memberikan pendampingan misalnya bagaimana cara menyiapkan makanan yang bersih dan higienis, mencuci bahan makanan dengan benar, dan menjaga kebersihan alat masak dan dapur. Setelah memasak selesai, kami turut membantu membagikan makanannya," kata Shamsher, yang cuti kerja untuk tugas kemanusiaan Khalsa Aid di Sulawesi Tengah.

Khalsa Aid dan Sikh Seva Indonesia membuka dapur umum di Desa Loli Pesua Dusun 3, Desa Loli Oge, dan Desa Bone Oge. Mereka memberikan beras, alat memasak dan turut membantu memasak serta menyajikannya kepada pengungsi.

Kementerian Sosial RI mengapresiasi bantuan dari komunitas India di Indonesia untuk korban gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah. Konsep dapur umum Khalsa Aid, menurut Harry, bisa menjadi contoh penerapan pengoperasian dapur umum di Indonesia.

Memandirikan masyarakat mengelola dapur umum, menurut dia, akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dapur umum dalam memenuhi kebutuhan para pengungsi serta menjangkau mereka.

Guna mendukung operasi dapur umum tersebut, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Sosial Kabupaten Donggala mendistribusikan beras dan paket makanan, tenda serbaguna untuk memasak, matras, dan perlengkapan dapur umum.

Sejak sehari setelah bencana hingga perpanjangan masa tanggap darurat saat ini, Kementerian Sosial sendiri telah mendirikan 20 dapur umum lapangan yang dikelola oleh dinas sosial berbagai provinsi dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Baca juga:
Kemensos buka tujuh dapur umum di Palu
Dapur umum ACT libatkan pengungsi untuk memasak

 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2018