Menkominfo dorong fintech tingkatkan inklusi finansial Indonesia

Menkominfo dorong fintech tingkatkan inklusi finansial Indonesia

Menteri Rudiantara dan Dubes Ngurah Dorong Fintech Dukung Financial Inclusion (KBRI Singapura)

Potensi ini juga mencakup pengembangan Fintech dan Blockchain yang diharapkan terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan financial inclusion di Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki valuasi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara maka perlu untuk mendorong sektor financial technology (fintech) guna meningkatkan inklusi finansial di Nusantara.

Menkominfo mengemukakan hal tersebut ketika bersama-sama dengan Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, membuka seminar "Rising Partnership: Harnessing Digital Economy Potential in Indonesia" yang digelar di sela-sela penyelenggaraan Regional Investment Forum (RIF) di ICE-BSD, Tangerang, Senin.

Rudiantara mengingatkan bahwa Indonesia memiliki valuasi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan valuasi sekitar 130 miliar dolar AS pada tahun 2020, yang diikuti Thailand 43 miliar dolar.

"Potensi ini juga mencakup pengembangan Fintech dan Blockchain yang diharapkan terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan financial inclusion di Indonesia," ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa.

Khusus terkait fintech, Menkominfo menekankan pentingnya membantu mewujudkan inklusi finansial, khususnya di Indonesia Timur. 

Untuk meningkatkan kualitas human capital, Rudiantara juga menyatakan bahwa pihaknya telah mengirim bakat Indonesia SDM ke sentra-sentra ekonomi digital, yaitu ke San Francisco Bay Area/Silicon Valley (Amerika Serikat), Beijing (China), dan Bangalore (India).

Selain itu, Kemenkominfo juga mempersiapkan infrastruktur dan penyiapan sumber daya manusia untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital dan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama yang kompetitif.

Ia juga menjelaskan mengenai program palapa ring dan penyiapan sumber daya manusia bekerjasama dengan sebanyak 20 perguruan tinggi di seluruh Indonesia mencetak tenaga terampil bidang coding.

Dalam sambutannya, Menteri Rudiantara menjelaskan potensi ekonomi digital dan peranan pemerintah sebagai fasilitator dan akselerator. 

Sementara itu, Dubes Ngurah Swajaya menekankan pentingnya Fintech dan Blockchain serta tersedianya sumber daya manusia yang handal dalam bidang coding untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital di Indonesia yang diperkirakan bernilai 130 miliar dolar pada tahun 2020 tersebut.

Potensi ekonomi digital Indonesia saat ini masih terbesar di ASEAN dengan adanya empat unicorn di bidang teknologi dari hanya sekitar tujuh di ASEAN. Indonesia juga dinilai memiliki ekosistem yang dapat pengembangan startup (rintisan) di bidang ICT yang berkesinambungan.

Hal itu dinilai bukan saja karena banyaknya persoalan yang dapat diperbaiki dengan aplikasi digital, namun juga merupakan pasar yang menjanjikan diikuti dengan pertumbuhan SDM yang baik dan regulasi yang semakin menguntungkan bagi pelaku usaha. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di ASEAN yang sangat menarik untuk dijadikan destinasi investasi saat ini dan mendatang.

Jumlah investasi Singapura ke Indonesia tahun 2018 mengalami kenaikan realisasi investasi sebesar 9,1 persen dibandingkan tahun 2017, atau sebesar 9,2 miliar dolar AS, sehingga kembali menempatkan Singapura investor terbesar bagi Indonesia selama 5 tahun berturut-turut. 

Dengan besarnya transaksi ekonomi melalui internet, diharapkan realisasi investasi Singapura di Indonesia terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejar target, OJK sasar masyarakat melalui fintech

Komentar