Jakarta (ANTARA) - Jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Kalideres pada puncak arus mudik Lebaran 2019 turun 32 persen dibandingkan puncak arus mudik pada 2018 lalu.

“Pada puncaknya kemaren H-4, sebanyak 6042 penumpang dengan bus diberangkatkan 292 dengan tujuan Jawa dan Sumatera. Menurun dibandingkan tahun lalu 8876 penumpang dengan jumlah bus lebih banyak juga,” ujar Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen di Jakarta, Minggu.

Menurut Revi, berkurangnya jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Kalideres dikarenakan program mudik gratis.

“Kurang tahu juga (penyebabnya) kenapa. BUMN kan ada program mudik gratis, dari Dishub DKI juga menyediakan 307 bus untuk mudik ke Jawa Barat dan Jawa tengah, mungkin juga pemudik menggunakan kendaraan pribadi,” kata Revi.

Menurut Revi, penambahan jumlah pemudik mulai terasa pada H-7 hingga pada puncaknya H-4, Sabtu kemaren.

Sedangkan jumlah pemudik pada Minggu siang ini, yakni H-3 lebaran diprediksi akan semakin menurun dengan jumlah maksimal 5000 pemudik.

“Hari ini longgar, kalau kemaren (dipantau dari kamera pengawas) tempat tunggu penumpang tidak terlihat keramiknya. Untuk besok apalagi, semakin turun” katanya.

Meski jumlah pemudik tidak seramai tahun lalu, Terminal Kalideres tetap menyiapkan 120 bus bantuan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang.

“Kalau busnya tidak ada dan penumpang masih banyak armada tambahan akan digunakan untuk tujuan Tengah dan Lampung,” ujar Revi.

Baca juga: Menteri Perhubungan tinjau pelayanan di Terminal Pulo Gebang
Baca juga: Beberapa sopir bus di Terminal Kalideres ditemukan tak laik mengemudi
Baca juga: Pramuka bantu pemudik di Terminal Pulo Gebang
Baca juga: Penumpang melonjak, bus AKAP di terminal Palembang mencukupi


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2019