UMSU akan bangun OIF di titik nol peradaban Islam Indonesia

UMSU akan bangun OIF di titik nol peradaban Islam Indonesia

Petugas memperlihatkan peralatan teleskop camggih di Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, (ANTARA/Septianda)

Hal itu dilakukan bertujuan untuk mendukung kawasan pusat peradaban titik nol Islam Indonesia,
Medan (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sepakat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mendirikan Observatorium Ilmu Falak (OIF) dalam waktu dekat di kawasan titik nol peradaban Islam Indonesia di Barus.

Rektor UMSU Dr Agussani di Medan, Kamis, mengatakan, pihaknya akan membuka cabang Observatorium Ilmu Falak di Barus Kabupaten Tapanuli Tengah dengan lahan seluas dua hektar.

"Hal itu dilakukan bertujuan untuk mendukung kawasan pusat peradaban titik nol Islam Indonesia. Juga untuk meningkatkan daya tarik wisata di kawasan titik nol peradaban Islam Indonesia di Barus," tambahnya.

Baca juga: Ribuan warga Kota Medan laksanakan shalat gerhana matahari

Ia menyebutkan kerja sama itu tentu dapat mendukung kegiatan pemerintah daerah dalam mempelajari ilmu astronomi benda langit dan mempromosikan potensi pusat peradaban Islam Indonesia.

"OIF ini sangat penting bagi UMSU karena sampai saat ini kami telah mencapai akreditasi A karena sudah diakui oleh pemerintah bahwa pusat keunggulan UMSU salah satunya adalah OIF," ujarnya.

OIF merupakan sebagai pusat pengamatan dan pemantauan benda-benda astronomi yang memiliki fasilitas alat teleskop dan binokuler canggih.

Baca juga: OIF UMSU: Besok gerhana matahari langka

Selain itu, UMSU juga akan mengembangkan kader-kader di bidang astronomi dan ilmu falak berkualitas dengan membuka program studi dalam mendukung bidang keilmuan pengamatan benda langit dan peradaban Islam.

Sebelumnya pada 24 Maret 2017 Presiden Joko Widodo meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara bukti bahwa Barus merupakan kota sejarah Islam pertama dan tertua di Indonesia yang sudah dikenal oleh peradaban dunia karena rempahnya sejak abad ke 6 masehi.

Baca juga: UMSU sediakan 3.000 kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari


 

Pewarta: Juraidi dan Septianda
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menko PMK ungkap tim khusus Muhammadiyah tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar