IPC bantu Rp400 juta untuk beli alat pendeteksi Covid-19

IPC bantu Rp400 juta untuk beli alat pendeteksi Covid-19

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC. ANTARA/HO-Dokumentasi IPC

Bantuan dana IPC akan digunakan untuk pengadaan Alat Ekstraksi Otomatis Magnapure 96 dan Alat Deteksi Light Cyclear 48
Jakarta (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC memberikan bantuan dana untuk membeli alat pendeteksi Covid-19 dalam membantu penanggulangan pandemi tersebut.

“Bantuan dana IPC akan digunakan untuk pengadaan Alat Ekstraksi Otomatis Magnapure 96 dan Alat Deteksi Light Cyclear 480,” kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Arif, pandemi Covid-19 ini tidak bisa diatasi secara parsial. Harus ada gerakan bersama termasuk partisipasi dunia usaha dan masyarakat untuk menekan penyebaran virus yang sangat mudah menular ini.

Bantuan senilai Rp400 juta itu diserahkan kepada Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri, untuk membeli alat pendeteksi Covid-19, yang kini sangat dibutuhkan oleh Rumah Sakit khusus pasien corona.

Saat ini Kementerian BUMN melalui Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri menggalang dukungan dari beberapa BUMN untuk membeli 10 set Alat Ekstraksi Otomatis Magnapure 96, dan 18 set Alat Deteksi Light Cyclear 480. Nantinya peralatan medis senilai Rp26,7 miliar tersebut didistribusikan ke 10 Rumah Sakit yang tersebar di 10 provinsi.

IPC melalui 12 Kantor Cabang Pelabuhan di 10 provinsi sejak Maret lalu ikut ambil bagian dalam pencegahan penyebaran corona. Pencegahan dilakukan tak hanya di area pelabuhan, namun juga mencakup lingkungan pemukiman warga yang berdekatan dengan pelabuhan.

“Pekan lalu, misalnya, IPC Cabang Pelabuhan Tanjung Priok menyerahkan beberapa alat semprot disinfektan kepada Pemprov Jakarta Utara. IPC juga mendistribusikan masker dan hand sanitizer di sejumlah masjid dan puskemas di sekitar Tanjung Priok,” ujar Arif.

Di Bengkulu, IPC menggandeng PMI dan Lembaga Swadaya Masyarakat ACT (Aksi Cepat Tanggap) melakukan sterilisasi di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Sterilisasi tersebut mencakup rumah-rumah dinas, klinik, dan fasilitas pendidikan yang berdekatan dengan pelabuhan.

“Khusus di Bengkulu, IPC ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Satuan Tugas BUMN Tanggap Bencana Nasional Covid-19,” kata Arif.

Sebelumnya, di Pontianak, Kalimantan Barat, IPC menyerahkan satu unit mobil kebersihan berikut beberapa box alat pelindung diri lengkap kepada Walikota Pontianak. Mobil kebersihan itu bisa dioperasikan untuk melakukan sterilisasi di sejumlah area publik yang berisiko terjadi penyebaran virus corona.

Baca juga: IPC tutup sementara 3 terminal penumpang, redam penyebaran Corona

Baca juga: IPC pastikan layanan ekspor impor di Pelabuhan Priok tetap berjalan

Baca juga: IPC: Area dermaga Pelabuhan Tanjung Priok disterilisasi cegah COVID-19


Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Meski pandemi, IPC II Palembang tak alami penurunan aktivitas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar