Singapura (ANTARA News) - Perusahaan dunia terkemuka makanan dan minuman Nestle akan melanjutkan investasinya di Asia Tenggara untuk memperluas bisnis dan fasilitas pabrik, termasuk 29 juta CHF (Swiss Franc) di Indonesia pada 2009 untuk mendukung perluasan pabrik susu Kejayan di Jawa Timur.

Berbicara pada jumpa pers untuk menandai berakhirnya tur ke Asia Tenggara di Singapura, Sabtu, Paul Bulcke, CEO Nestle S.A mengatakan, Nestle memiliki komitmen lebih dari 250 juta CHF investasi modal untuk operasinya di ASEAN pada 2009.

"Pada 2008, bisnis Nestle di kawasan ini menunjukkan pertumbuhan nyata 15 persen dan penjualan sekitar 5 miliar CHF," katanya dalam konferensi pers yang juga dihadiri Presiden Direktur Nestle Indonesia Peter Vogt dan pimpinan Nestle Asia Tenggara lainnya.

Di Indonesia, Nestle telah menginvestasikan lebih dari 100 juta dolar AS yang merupakan nilai penanaman modal terbesar ketiga Nestle di dunia. Perusahaan itu akan menginvestasikan 29 juta CHF dana pada tahun 2009, yang mendukung perluasan pabrik susu Kejayan di Jawa Timur, untuk memenuhi meningkatnya permintaan.

Setelah berakhirnya proyek ini, pabrik di Kejayan akan menjadi satu dari 10 pabrik pemrosesan susu terbesar Nestle di dunia, kata Peter Vogt menambahkan.

Dalam konferensi pers dengan wartawan ASEAN itu, Paul Bulcke menjelaskan disamping investasi di fasilitas-fasilitas produksinya, Nestle secara global telah menginvestasikan sekitar 2 miliar CHF untuk riset dan pengembangan tahun lalu.

Salah satu proyek riset di kawasan ASEAN adalah proyek yang dikerjakan bersama Institut Riset Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI), untuk budidaya skala besar tanaman kakao menggunakan teknologi embriogenesis somatik.

Melalui kerja sama ini, 1,1 juta bibit kakao yang berproduktivitas tinggi dan tahan penyakit telah disebarluaskan. Angka ini diperkirakan bisa mencapai 70 juta pada tahun 2011.

Makanan hewan

Sebelum kunjungannya ke Singapura, Bulcke mengunjungi Thailand, dimana Nestle mempunyai investasi dalam dua proyek signifikan, yaitu pembangunan pabrik makanan hewan piaraan yang baru Nestle Purina yang berlokasi di Kawasan Industri Amata City, dan perluasan fasilitas Navanakorn, dimana Nestle (Thai) Ltd memproduksi produk susu dan kopi.

Pabrik makanan hewan piaraan, yang akan menciptakan 135 lapangan pekerjaan, akan menjadi salah satu pabrik termodern di dunia, dengan menggunakan teknologi pemrosesan terkini.

Pabrik itu akan memasok makanan hewan kering untuk pasar lokal dan internasional yang berkembang, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina, serta Korea, Taiwan, dan Hong Kong. Total investasi modal Nestle untuk Thailand mencapai 53 juta CHF pada tahun 2009.

Kunjungan Bulcke ke Vietnam bersamaan dengan pembukaan pabrik Maggi yang baru milik Nestle di provinsi Dong Nai, yang akan membuka lebih dari 848 lapangan kerja baru hingga 2010.

Pabrik tersebut akan memenuhi meningkatnya permintaan konsumen untuk produk-produk Maggi di Vietnam, Kamboja, dan Filipina.

Tahun ini Nestle akan menginvestasikan 9 juta CHF untuk operasinya di Vietnam. Disamping itu, La Vie Company, sebuah perusahaan patungan lokal dimana Nestle memiliki 65 persen saham, akan berinvestasi pada dua pabrik air mineral Nestle untuk meningkatkan kapasitasnya hingga dua kali lipat.

Di Malaysia, Nestle memiliki komitmen investasi modal sebesar 85 juta CHF untuk 2009 untuk memenuhi meningkatnya permintaan produk halal, dimana Nestle Malaysia menjadi pusat keberhasilan bagi Grup Nestle untuk produk ini.

Investasi ini mendukung pendirian pabrik-pabrik baru di kawasan untuk Newscafe dan non-dairy creamer serta perluasan fasilitas Maggi dengan meningkatnya permintaan ekspor untuk produk-produknya di kawasan ini, Timur Tengah dan Eropa.

Investasi signifikan selama tiga tahun dilakukan di Singapura untuk peningkatan dan perluasan fasilitas produksi pada pabrik di Jurong. Untuk tahun 2009, Nestle memiliki komitmen lain sebesar 3 juta CHF.

Di Filipina, investasi Nestle tahun ini akan mencapai 72 juta CHF. Sebagai bentuk lain dari komitmen Nestle untuk kawasan ASEAN adalah pembentukan pusat pelayanan Nestle untuk keuangan dan pelayanan pekerja di Filipina pada tahun 2008, yang membantu untuk memaksimalkan efisiensi operasi Nestle di seluruh kawasan ASEAN dan Oceania.

Dalam jumpa pers tersebut, Bulcke menekankan bahwa "Nestle telah beroperasi di bagian dunia ini selama hampir 100 tahun. Kawasan ASEAN adalah bagian yang sangat penting dalam bisnis Nestle, dan komitmen kami yang terus berlanjut serta investasi yang tengah berjalan menunjukkan keyakinan kami pada kawasan ini."

Saat ini Nestle memiliki 23 pabrik dan sekitar 14.500 tenaga kerja di pasar ASEAN. Nestle juga mempunyai Pusat Penelitian dan Pengembangan di Singapura, yang merupakan bagian integral dari jaringan global Nestle yang meliputi 27 Pusat-pusat Penelitian, Teknologi dan Pengembangan. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009