Ayah Britney Spears sebut tagar #FreeBritney "sebuah lelucon"

Ayah Britney Spears sebut tagar #FreeBritney "sebuah lelucon"

Britney Spears (Instagram/@britneyspears)

Jakarta (ANTARA) - Ayah Britney Spears, James "Jamie" Spears, akhirnya angkat bicara mengenai tagar #FreeBritney yang beberapa waktu belakangan ramai diserukan di media sosial.

Jamie (68), mengatakan bahwa gerakan #FreeBritney, yang bertujuan untuk mengakhiri "konservatori" Britney, adalah sebuah lelucon.

"Semua ahli teori konspirasi ini tidak tahu apa-apa. Dunia tidak memiliki petunjuk. Terserah pengadilan California untuk memutuskan apa yang terbaik untuk putri saya. Itu bukan urusan orang lain," kata Jamie dikutip dari People, Senin.

"Aku mencintai putriku. Aku mencintai semua anakku. Tapi ini urusan kita. Itu pribadi," ujarnya menambahkan.

Perwakilan Britney Spears tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

Britney sendiri berada di bawah kontrol ketat sang ayah atas keuangan serta pilihan penting dalam hidupnya sejak 2008, menyusul gangguan kesehatan mental publiknya di tahun sebelumnya.

Jamie sendiri telah menjadi co-konservator sejak 2008 dan diyakini masih menangani keuangannya sementara co-konservator profesional sekarang menangani urusan pribadinya karena masalah kesehatan Jamie.

Pada bulan Mei, konservatori sementara Britney diperpanjang hingga 22 Agustus.

Gerakan #FreeBritney telah mendapatkan daya tarik di Instagram dan Twitter, dan memiliki petisi Change.org yang menyatakan bahwa Britney tidak dapat membuat keputusan sendiri di bawah konservatori.

"Ayahnya tidak mengizinkannya mengemudi, semua panggilan dan pesannya dipantau, dia tidak diizinkan memilih, bergaul dengan siapa pun, atau membelanjakan uangnya tanpa izin. Dan jika dia melanggar 'aturan', dia mengancam akan mengambil anak-anaknya," tulis petisi yang telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu tanda tangan selama setahun terakhir itu.

Kakak dari sang bintang pop, Bryan, baru-baru ini berbicara tentang konservasinya dan kasus pengadilan yang sedang berlangsung.

"Dia (Britney) sudah berada di sini untuk beberapa waktu sekarang. Jelas ada kebutuhan untuk itu pada awalnya," kata Bryan, 43, tentang konservatori saudara perempuannya.

"Sekarang mereka telah membuat beberapa perubahan dan yang bisa kita lakukan hanyalah berharap untuk yang terbaik," katanya, seraya menambahkan bahwa konservatori telah "menjadi hal yang hebat bagi keluarga kami, hingga saat ini, dan (kami) terus berharap yang terbaik . "

Bryan mengatakan ayah mereka Jamie, yang menderita patah tulang usus yang mengancam jiwa pada akhir 2018, telah "melakukan yang terbaik yang dia bisa, mengingat situasi yang dia lakukan."

"Satu orang mungkin berada di atas panggung dan melakukan ini, tetapi ini adalah pengorbanan dari semua orang, untuk menjaga agar semuanya berjalan," kata Bryan.

Bintang pop ini tidak berbicara tentang konservatori-nya, meskipun ia secara teratur memperbarui penggemar di hidupnya melalui akun Instagram-nya.

"Aku mengerti bagaimana beberapa orang mungkin tidak menyukai unggahanku atau bahkan memahaminya, tapi ini adalah aku yang senang ..... ini adalah aku yang otentik dan nyata seperti yang terjadi !!!!!" tulis Britney pada bulan Juli.

"Aku ingin menginspirasi orang untuk melakukan hal yang sama dan menjadi diri mereka sendiri tanpa menyenangkan orang lain ... itulah kunci menuju kebahagiaan," kata dia.


Baca juga: Para penggemar Britney Spears serukan tagar #FreeBritney, ada apa?

Baca juga: Di balik baju merah Britney Spears pada "Oops!... I Did It Again"

Baca juga: Britney Spears kenang 20 tahun lagu "Oops...I Did It Again"

 

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar