Kriminal sepekan Metro, peluru "nyasar" hingga artis terjerat narkoba

Kriminal sepekan Metro, peluru "nyasar" hingga artis terjerat narkoba

Foto aerial suasana Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Kamis (10/9/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.

Jakarta (ANTARA) - Selama sepekan, berita kriminalitas kanal berita Metro ANTARA menyoroti peristiwa peluru nyasar dari lapangan tembak Lanud Halim hingga alasan figur publik terjerat penyalahgunaan narkoba.

Berikut kami rangkum dalam lima berita terpopuler kriminal sepekan ini.

1. Warga Nirvana Residence resah dengan kejadian peluru nyasar

Warga di Perumahan Nirvana Residence, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, resah dengan temuan sejumlah butir peluru yang diduga nyasar ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Berita selengkapnya dapat dilihat di sini

2. Anies sebut 158.018 pelanggar PSBB telah dijatuhi sanksi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan sebanyak 158.018 orang telah dijatuhi sanksi karena melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah hukum setempat.

Berita selengkapnya dapat dilihat di sini

3. Sindikat pemalsu KTP elektronik raup untung ratusan juta

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Polisi Sudjarwoko mengungkapkan sindikat pemalsu Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik meraup untung ratusan juta rupiah.

Berita selengkapnya dapat dilihat di sini

4. Polisi amankan pemuda pengaku pembunuh Yodi Prabowo

Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sempat mengamankan seseorang karena mengaku membunuh Editor Metro TV, Yodi Prabowo.

Berita selengkapnya dapat dilihat di sini

5. Ini alasan figur publik gunakan narkoba

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebut pandemi COVID-19 menjadi alasan klasik figur publik yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan obat terlarang (narkoba).

Berita selengkapnya dapat dilihat di sini

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polisi naikkan kasus kerumunan Rizieq ke penyidikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar