Kisah Susilawati yang menangkan PMI Awards pada IMD di Riyadh

Kisah Susilawati yang menangkan PMI Awards pada IMD di Riyadh

Wakil Perwakilan Republik Indonesia di Riyadh, Arief Hidayat (kiri) menyerakan hadiah secara simbolik ke penerima Pekerja Migran Indonesia (PMI) Awards, Susilawati (dua dari kiri) pada acara penutupan peringatan Hari Buruh Sedunia (IMD) 2020 di Kota Riyadh, Jumat (11/12/2020). (ANTARA/HO-KBRI Riyadh)

Setidaknya ada lebih dari 30 orang yang mendapat bantuan dari Susi
Jakarta (ANTARA) - Pekerja rumah tangga asal kabupaten Sukabumi, Susilawati, menjadi salah satu penerima anugerah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Awards pada acara penutupan Hari Migran Sedunia (IMD) di Kota Riyadh, Arab Saudi, bersama rekannya Kamaluddin, seorang pengemudi asal Garut.

Dalam keterangan tertulis dari KBRI Riyadh yang diterima di Jakarta, Selasa (15/12), Kisah Susilawati, dinilai menginspirasi dan dapat menjadi teladan bagi sesama PMI lainnya.

“Susilawati terpaksa pergi ke Arab Saudi pada 2009 dengan motivasi untuk memperbaiki ekonomi keluarga dan membiayai anak tunggalnya setelah bercerai dari sang suami,” demikian KBRI Riyadh.

Setibanya di Arab Saudi, dia bekerja di kawasan Al-Narjis, namun, situasi bekerja yang disebut berjalan lancar dengan majikan yang baik tidak membuatnya cepat berpuas diri. Bermodalkan kreativitas yang mendorongnya untuk mencoba tantangan baru, dia pun memulai bisnis secara daring dengan berjualan pakaian dan kerudung asal Indonesia.

Baca juga: Apjati sebut sistem satu kanal lindungi pekerja Indonesia di Saudi
Baca juga: KJRI Jeddah beri pembekalan pekerja migran Indonesia


Pelanggannya adalah sesama warga negara/pekerja migran Indonesia di Arab Saudi. “Lumayan, bisa untuk menambah penghasilan,” kata Susilawati.

Dengan penghasilannya sebagai pekerja rumah tangga dan bisnis sampingannya, Susi berhasil membangun rumah untuk keluarga dan orang tuanya di kampung halaman. Selain itu, dia juga telah mampu membeli sawah, serta membiayai kehidupan anaknya yang kini sudah duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pada masa pandemi COVID-19 ini, Susi juga banyak membantu sesama pekerja migran asal Tanah Air yang mengalami kesulitan akibat lockdown pada awal merebaknya wabah COVID-19 di Riyadh. Bahkan, pakaian dan kerudung yang seharusnya dia jual, sebagian dia berikan secara cuma-cuma kepada mereka yang membutuhkan.

Menurut Subhan, salah seorang aktivis komunitas di Riyadh, dirinya sempat dihubungi oleh pemenang PMI Awards itu untuk turut menyebar bantuan sembako. “Setidaknya ada lebih dari 30 orang yang mendapat bantuan dari Susi,” kata Subhan pada KBRI Riyadh.

Usai memenangkan PMI Awards, Susi pun menyampaikan kepada panitia agar hadiah sebesar 2 juta rupiah yang berhasil dia menangkan untuk disumbangkan ke pihak-pihak yang membutuhkan bantuan, seperti masjid atau panti asuhan.

Baginya, memenangkan penghargaan itu sendiri sudah cukup untuk disyukuri, sebagaimana dikatakan salah satu juri PMI Awards, Sujaya Kasim. Saat ini, Susi baru saja melunasi biaya haji kedua orang tuanya, yang dijadwalkan akan berangkat dalam 12 tahun ke depan.

Pihak KBRI pun berharap keteladanan Susi dapat menjadi inspirasi bagi semua yang mendengar kisahnya.

Baca juga: Program SPSK dinilai lindungi PMI ke Arab Saudi
Baca juga: Indonesia-Saudi bicarakan implementasi sistem penempatan satu kanal


Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

TKA Proyek Strategis Nasional dilarang masuk RI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar