Surabaya (ANTARA News) - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R Hume memuji tingkat keamanan di Indonesia yang dinilainya sudah jauh lebih baik dan menyatakan kembali alasan negara adidaya itu mencabut travel warning dua tahun lalu.

"Kesuksesan aparat keamanan Indonesia itu juga disebabkan masyarakat Indonesia yang tidak mendukung kekerasan," katanya di Surabaya, Kamis.

Di sela-sela peringatan Hari Kemerdekaan AS atau "Independence Day" (Fourth of July) di Surabaya, ia mengatakan Indonesia juga sukses menangani terorisme dalam 10 tahun terakhir.

"Karena tingkat keamanan yang jauh lebih baik itulah, pemerintah AS mencabut travel warning untuk Indonesia sejak dua tahun lalu," katanya didampingi Konsul Jenderal AS di Surabaya, Carryn McClelland.

Diplomat berpangkat Career Minister itu menilai pencabutan travel warning itu menunjukkan Indonesia sudah aman dan tidak ada yang patut dikhawatirkan.

"Tiga minggu lalu, ada MoU bidang keamanan antara Indonesia-AS atas permintaan Indonesia. AS sendiri menilai Indonesia semakin berperan di ASEAN, karena tahun depan akan menjadi leader di ASEAN," katanya.

Ditanya tentang maraknya Islam radikal di Indonesia, diplomat yang bertugas sejak Agustus 2007 dan akan mengakhiri jabatannya pada tahun 2010 itu mengaku pihaknya merupakan "orang luar."

"Karena itu, saya percaya bahwa masyarakat Indonesia memiliki keinginan kuat untuk menjadi masyarakat yang demokratis," kata diplomat yang pernah bertugas di Italia, Tunisia, Syiria, Lebanon, dan PBB itu.

Ia menyatakan bila ada masalah dalam perkembangan demokrasi, seperti radikalisme, maka hal itu merupakan tantangan, karena AS sendiri yang sudah dua abad menjadi negara demokrasi juga masih memiliki tantangan.

"Di Amerika sendiri untuk mengegolkan UU juga mengalami tantangan yang tidak mudah, karena itu kami percaya bahwa 240 juta masyarakat Indonesia itu tidak bergantung kepada satu orang seperti Noordin Mohd Top," katanya.

Peringatan Hari Kemerdekaan AS yang dihadiri sejumlah pejabat di Jatim itu ditandai dengan "toast" para hadirin, kemudian mendengarkan pidato Dubes AS untuk Indonesia dan hiburan musik dari staf Konjen AS di Surabaya.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010