Koleksi seni desainer Kenzo dilelang hingga jutaan euro

Koleksi seni desainer Kenzo dilelang hingga jutaan euro

Sejumlah koleksi seni pribadi mendiang desainer Kenzo Takada yang dilelang di Artcurial, Prancis. (YouTube/Artcurial)

Jakarta (ANTARA) - Sekitar 550 jenis barang yang termasuk dalam koleksi seni pribadi mendiang perancang busana Jepang Kenzo Takada yang menghiasi apartemennya di Paris, telah terjual sekitar 2,5 juta euro (3 juta dolar AS atau sekira nyaris Rp43 miliar) dalam lelang, kata operator lelang Artcurial, dikutip dari Kantor Berita Kyodo, Senin.

Di antara perabot dan peralatan makan yang mendapatkan harga tinggi di lelang Paris pada hari Selasa pekan lalu, adalah sebuah kuda kayu berusia sekitar 2.000 tahun yang berasal dari Dinasti Han China yang dijual dengan harga sekitar 41.600 euro (Rp720.526.851) kepada seorang kolektor Eropa.

Dalam lelang daring kreasi lemari pakaian asli Kenzo yang berlangsung hingga Rabu (12/5), terdapat satu item yang berhasil dilelang hingga 3.380 euro (Rp58.542.806).

Stephane Aubert, juru lelang Artcurial dan direktur asosiasi menggambarkan penjualan tersebut sebagai "penghormatan terakhir untuk seniman multi-talenta ini".

"Koleksi Kenzo mengungkapkan kepada kami mata jenius ini dalam dunia mode dan interior. Terkait dengan busana, dia tahu bagaimana menyatukan budaya yang berbeda di apartemen Paris tempat dia tinggal selama 15 tahun terakhir hidupnya," kata Aubert.

Lahir di prefektur barat Jepang Hyogo, Kenzo pindah ke Prancis pada tahun 1965 dan membuka butik di ibu kotanya, Paris, lima tahun kemudian.

Sepotong sampul majalah Elle menarik perhatian internasional, dan penggunaan warna-warna cerah serta tekstil Jepang terus menarik perhatian global sejak awal 1970-an.

Dia meluncurkan koleksi untuk pria pada tahun 1983, lalu pensiun dari merek Kenzo setelah koleksinya di Paris pada tahun 1999.

Kenzo Takada mengeksplorasi minat di luar pakaian, termasuk desain interior.

Dia diangkat menjadi Ksatria Legiun Kehormatan (Knight of the Legion of Honor) di Prancis, dan dianugerahi Medali Pita Ungu (Purple Ribbon) di Jepang, sebuah penghargaan bagi mereka yang telah berkontribusi pada perkembangan akademik dan artistik.


Baca juga: Desainer Kenzo meninggal dunia akibat komplikasi COVID-19

Baca juga: Lebih mahal dari perkiraan, mikrofon BTS dilelang senilai Rp1,1 miliar

Baca juga: Tulisan tangan lirik lagu Beatles ini dilelang

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar