Pansus COVID-19 Yogyakarta khawatirkan BOR rumah sakit terus meningkat

Pansus COVID-19 Yogyakarta khawatirkan BOR rumah sakit terus meningkat

Pekerja mempersiapkan fasilitas rumah sakit khusus ibu bersalin positif COVID-19 di Klinik Permata Bhakti, Moyudan, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (5/2/2021). Pemprov D.I Yogyakarta menyiapkan klinik yang sudah tidak beroperasi sejak satu tahun terakhir itu menjadi rumah sakit lapangan khusus untuk ibu bersalin positif COVID-19. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.

sudah ada antrean pasien yang akan masuk
Yogyakarta (ANTARA) - Panitia Khusus COVID-19 DPRD Kota Yogyakarta mengkhawatirkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate untuk perawatan ICU dan isolasi pasien COVID-19 yang terus mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya kasus.

“Dari beberapa pemantauan yang kami lakukan di sejumlah rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, tingkat keterisian tempat tidur terus mengalami kenaikan,” kata Ketua Panitia Khusus COVID-19 Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu segera di antisipasi dan dicari jalan keluarnya sehingga penanganan pasien COVID-19 di Kota Yogyakarta bisa tetap optimal.

Ia mencontohkan bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Jogja selaku rumah sakit rujukan COVID-19 yang dikelola pemerintah dan RS Bethesda sebagai rumah sakit swasta, rata-rata sekitar 85 persen namun angka tersebut bergerak dinamis.

RS Jogja memiliki 40 tempat tidur isolasi dan tujuh tempat tidur ICU sedangkan di RS Bethesda terdapat total 50 tempat tidur untuk penanganan pasien COVID-19.

“Bisa saja hari ini terisi 100 persen dan besok berkurang menjadi 85 persen tetapi sudah ada antrean pasien yang akan masuk,” katanya.

Baca juga: Dinkes DIY minta rumah sakit menambah tempat tidur pasien COVID-19

Baca juga: Yogyakarta siapkan informasi real time jumlah tempat tidur COVID-19


Namun, tidak semua pasien yang sudah mengantre akan langsung bisa menempati kamar meskipun kamar tersebut kosong karena adanya ketentuan teknis terkait jenis kelamin pasien dan warga disabilitas.

“Misalnya ada tiga bed di satu ruangan dan satu bed sudah diisi pasien perempuan, maka dua bed sisanya tidak bisa diisi pasien laki-laki,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Fokki, perlu dicarikan formulasi agar seluruh pasien yang sudah mengantre bisa memperoleh layanan kesehatan yang optimal karena tidak menutup kemungkinan, tingginya keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 tersebut juga terjadi di rumah sakit lainnya.

Salah satu gagasan yang diusulkan oleh Pansus COVID-19 adalah menambah jumlah tempat tidur penanganan pasien di rumah sakit rujukan atau membangun rumah sakit lapangan yang dikoordinasikan oleh Pemerintah DIY.

Selain permasalahan tingkat keterisian tempat tidur yang semakin tinggi, Pansus COVID-19 Yogyakarta juga menyoroti tunggakan terkait klaim pelayanan kesehatan periode akhir 2020 hingga Mei 2021 di kedua rumah sakit tersebut yang nilainya cukup besar.

Tunggakan pembayaran klaim di RS Jogja tercatat Rp16 miliar dan Rp10 miliar di RS Bethesda. “Kami tentunya berharap ada koordinasi dari pemerintah daerah ke Kementerian Kesehatan agar tunggakan ini segera dibayarkan,” katanya.

Di Kota Yogyakarta terdapat total delapan rumah sakit yang melayani penanganan pasien COVID-19 ditambah satu shelter di Tegalrejo untuk penanganan pasien tanpa gejala yang tidak dapat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Pada Senin (21/6) terdapat tambahan 80 kasus COVID-19 di Yogyakarta, 41 pasien sembuh atau selesai isolasi, tidak ada pasien meninggal dunia. Jumlah kasus aktif COVID-19 tercatat 811, dengan 809 isolasi dan dua rawat inap.

Baca juga: Sekjen Kemenkes: Penyandang disabilitas prioritas vaksinasi COVID-19

Baca juga: Kasus COVID-19 Yogyakarta naik dua kali lipat dalam sepekan terakhir

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ridwan Kamil ingatkan batasan sebelum target vaksinasi tercapai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar