Kiat menyimpan daging

Kiat menyimpan daging

Ilustrasi (Pexel)

Jakarta (ANTARA) - Saat Idul Adha, terkadang kita mendapatkan daging kurban berlebih dan ingin menyimpannya di dalam kulkas sebagai persediaan.

Bagaimana cara yang benar menyimpan daging kurban di dalam kulkas?

Healthline dikutip Senin, menyebutkan pada dasarnya daging unggas maupun daging merah mungkin terkontaminasi bakteri dan virus berbahaya yang bisa menyebabkan keracunan makanan.

Patogen makanan yang jamak ditemukan adalah Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan E. coli, serta virus norovirus dan hepatitis A

Baca juga: Telur-daging ayam menu tepat saat kerja dari rumah, karena COVID-19

Baca juga: KFC uji coba menu "ayam tanpa daging" di AS


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melarang mencuci daging jika Anda ingin menyimpannya di dalam kulkas.

Hal itu disebabkan oleh kekhawatiran bahwa mencuci daging dengan air justru akan menyebar bakteri yang memang sudah ada pada daging ke seluruh permukaan daging dan juga ke makanan yang akan dimakan mentah misalnya buah-buahan dan sayur yang juga disimpan di dalam kulkas.

Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa daging sapi yang direbus pada suhu 60 derajat Celcius selama empat menit, atau menyemprotkannya dengan air 82 derajat Celcius diikuti dengan semprotan asam laktat, mengurangi pertumbuhan bakteri pada permukaan daging. (

Studi tambahan menunjukkan bahwa mencuci permukaan daging dengan larutan asam seperti cuka atau jus lemon mengurangi jumlah bakteri pada daging mentah, dibandingkan dengan mencuci dengan air biasa.

Jika Anda mencuci daging mentah di bawah air mengalir biasa, percikan air dapat memindahkan bakteri dan virus dari permukaan daging ke makanan, peralatan, dan permukaan memasak terdekat. Ini dapat menyebarkan kuman dan meningkatkan kemungkinan Anda sakit.

Anda dapat menggunakan larutan asam untuk mencuci atau menyiapkan daging, karena membantu membunuh bakteri, menambah rasa, dan melunakkan daging.

Berikut adalah larutan asam yang umum digunakan dalam persiapan daging:

Cuka putih
Bahan memasak dan pembersih yang umum ini juga merupakan salah satu asam paling umum untuk mencuci daging. Ini mengandung asam asetat, yang telah terbukti mengurangi volume dan pertumbuhan bakteri pada permukaan daging sapi, ayam, dan bebek.

Jus lemon atau jeruk nipis
Jus jeruk ini tidak hanya berguna dalam masakan sehari-hari tetapi juga telah ditemukan untuk mengurangi bakteri pada daging dan mempertahankan rasa daging yang dimasak.

Natrium hidroksida (NaOH) khusus makanan
Aditif makanan ini mencegah jamur dan pertumbuhan bakteri dan digunakan untuk menghilangkan kulit buah dan sayuran seperti tomat atau kentang. NaOH mengurangi pertumbuhan bakteri pada permukaan daging

Namun, belum diketahui apakah asam ini juga menghancurkan virus bawaan makanan. Karena itu, praktik terbaik adalah memasak semua daging secara menyeluruh, yang merupakan cara paling efektif untuk membunuh kuman
berbahaya, menurut CDC.

Mempraktikkan kebersihan makanan yang tepat di rumah adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa daging mentah dan produk matang Anda tetap aman.

Berikut panduan aman yang sederhana untuk mengolah daging sebelum disimpan di dalam kulkas:

Cuci tangan dan permukaan
Sering-seringlah mencuci tangan dengan air sabun hangat setidaknya selama 20 detik. Gosok permukaan makanan, seperti talenan, meja, dan bak cuci, sebelum dan sesudah digunakan.

Pisahkan makanan
Pisahkan makanan mentah dan makanan siap saji untuk menghindari kontaminasi silang dan penyebaran kuman.

Memasak makanan dengan matang
Masak daging dengan suhu internal yang sesuai untuk membunuh patogen berbahaya dan membuatnya aman untuk dimakan.

Baca juga: Coba resep sate tambulinas untuk olah daging kurban besok

Baca juga: Dua kesalahan umum saat memasak satai daging kurban

Baca juga: Menu Idul Adha - Sambal empal daging dan petai

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jasa pembuatan abon dari daging kurban kebanjiran pesanan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar