Wakil Ketua DPR minta BI fasilitasi produk halal UMKM go internasional

Wakil Ketua DPR minta BI fasilitasi produk halal UMKM go internasional

Pemilik rumah produksi tas Rorokenes, Syanaz Nadya Winarto Putri menunjukkan sejumlah produk tas anyaman kulit di Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/5/2021). Berbagai bentuk tas anyaman berbahan kulit sapi, kambing dan domba yang diproduksi itu telah menembus pasar internasional seperti Benua Asia, Eropa, Amerika, Australia hingga ke Timur Tengah dengan harga jual antara sekitar Rp1 juta - Rp3 juta per unit tergantung jenis kulit serta tingkat kesulitan pembuatannya. ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel meminta Bank Indonesia memfasilitasi agar produk halal milik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi go internasional atau bersaing di pasar global.

“Mungkin Bank Indonesia bisa memfasilitasi untuk membuka pintu produk kita agar bisa menjadi produk global,” kata Rachmat pada acara opening ceremony daring FESyar 2021 KTI, Selasa.

Rachmat meyakini banyak produk-produk halal buatan UMKM desa yang mampu bersaing di pasar internasional. Sehingga, melalui berbagai program yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, bisa menjadi fasilitas bagi produk-produk halal UMKM merambah pasar global.

“Saya berharap program-program yang diinisiasi dan difasilitasi Bank Indonesia, bisa mendorong produk-produk UMKM kita dari produk desa menjadi produk nasional dan akhirnya jadi produk global,” ujar Rachmat.

Ia pun bercerita bahwa pada kunjungannya ke Rusia tiga tahun lalu, tidak ada produk halal asal Indonesia yang dijual di pusat perbelanjaan khusus produk halal.

“Saya melihat ada shopping mall khusus untuk produk halal, dan di sana tidak ada satu pun produk Indonesia. Ini merupakan kesempatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono menyampaikan bahwa Bank Indonesia secara aktif melakukan usaha perluasan di pasar global melalui kantor perwakilan di berbagai negara yang mendukung produk-produk ekonomi syariah global.

“Bank Indonesia tidak hanya mendorong domestik investasi tapi juga mendorong promosi perdagangan produk produk unggulan nasional yang berkualitas,” katanya.

BI mencatat makanan halal sebagai sektor unggulan ekonomi syariah Indonesia, mempunyai potensi pangsa pasar global sebanyak 13 persen. Global Islamic Economic Indicator juga mencatat bahwa industri makanan halal Indonesia berada di peringkat ke-4 dunia. Selain itu, eskpor makanan halal Indonesia pada triwulan I 2021 sudah mencapai 10,34 milar dolar AS.

Baca juga: LPEI terus dorong pelaku UKM tembus pasar global

Baca juga: LPEI gelar pelatihan dongkrak kapasitas UMKM tembus pasar global


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menko Perekonomian pastikan sertifikasi produk halal gratis untuk UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar