Kriminal sepekan, tersangka penipuan CPNS hingga pencurian data

Kriminal sepekan, tersangka penipuan CPNS hingga pencurian data

Penyidik Polda Metro Jaya melakukan penahanan terhadap anak penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania (baju oranye) setelah yang bersangkutan selesai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan bermodus rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/11/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita hukum dan kriminal DKI Jakarta diwartakan dalam sepekan terakhir, mulai dari penetapan Olivia Nathania sebagai tersangka penipuan rekrutmen CPNS, tewasnya seorang warga Nigeria di Kantor Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), Kalideres, Jakarta Barat hingga penangkapan 48 warga negara asing berkebangsaan China dan Vietnam karena pencurian data lintas negara berkedok aplikasi kencan.

Berikut rangkuman berita selengkapnya kami sajikan untuk mengawali akhir pekan Anda.

1. Polisi tetapkan Olivia Nathania sebagai tersangka penipuan CPNS

Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan anak penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan bermodus rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS).


"Iya kemarin hasil gelar perkara, sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Baca selengkapnya di sini


2. 111 ton besi untuk kereta cepat dicuri

Polres Metro Jakarta Timur bakal memanggil manajemen PT Wika untuk mengumpulkan keterangan terkait kasus pencurian 111 ton besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan pemanggilan tersebut dapat dilakukan setelah PT Wika selesai mengaudit kerugian akibat pencurian besi proyek kereta cepat tersebut.
Baca selengkpanya di sini
 

3. Dua orang tidak dikenal melempar benda meledak di rumah orang tua Veronica Koman

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono menyatakan ada dua orang tidak dikenal melempar benda mencurigakan dan kemudian meledak di depan rumah orang tua aktivis Veronica Koman.

"Dua orang pelaku pelemparan benda yang kemudian meledak itu diketahui dari pemeriksaan kamera CCTV, untuk meneror keluarga aktivis Veronica Koman," kata Joko Dwi Harsono, saat dikonfirmasi, Senin.

Baca selengkapnya di sini


4. Kejati DKI tetapkan tiga tersangka korupsi penerbitan garansi di Bank Jatim

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan tiga tersangka korupsi penerbitan bank garansi atas nama PT Duta Cipta Pakarperkasa di Bank Jatim Cabang Jakarta.

Ketiga tersangka adalah HPS selaku pimpinan Bank Jatim Cabang Jakarta tahun 2018-2019, LK selaku Pgs Pimpinan Bank Jatim Cabang Jakarta/Pimpinan Cabang Pembantu Kelapa Gading Bank Jatim tahun 2018-2019 dan K selaku perwakilan PT Duta Cipta Pakar Perkasa.

Baca selangkapnya di sini


5. Warga Nigeria tewas usai terlibat keributan di Rumah Detensi Imigrasi Kalideres

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria berinisial KC tewas diduga usai terlibat keributan yang terjadi di Kantor Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), Kalideres, Jakarta Barat, Selasa kemarin.

Kapolsek Kalideres Ajun Komisaris Polisi Hasoloan Situmorang ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Baca selengkapnya di sini

6. Polda Metro tangkap 48 WN China dan Vietnam terkait pencurian data

Polda Metro Jaya menangkap 48 warga negara asing (WNA) berkebangsaan China dan Vietnam terkait kasus dugaan pemerasan dan pencurian data lintas negara berkedok aplikasi kencan.

"Ini kejahatan lintas negara yang para tersangkanya adalah warga negara asing keturunan China dan Vietnam. Ada 48 tersangka disini kita amankan dan korbannya rata-rata adalah warga Taiwan dan China sendiri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Yusri Yunus di Jakarta, Sabtu.

Baca selengkapnya di sini.

 

​​​

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar