Kementerian Sosial dalam rilis di Jakarta, Rabu, menyebutkan pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) selama tiga hari, 25 hingga 27 Maret 2024, di Gedung Serba Guna Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.
Mensos Tri Rismaharini mengatakan pelatihan mengenai menjahit, mengemas hingga nantinya mengelola keuntungan hasil penjualan slipper itu dimaksudkan agar memberikan kesempatan usaha bagi KPM sehingga dapat mandiri secara ekonomi dan sosial.
Baca juga: Kemensos berikan pelatihan keterampilan bagi ODHA di Kebumen
Kecepatan dalam produksi, kata dia, mau tidak mau menjadi hal penting karena berpengaruh terhadap penghasilan yang didapatkan.
“Bukan hanya rapi saja, tapi juga harus cepat. Produknya sudah rapi hanya butuh kecepatan ibu-ibu dan itu bisa dilatih terus. Kalau produksinya kita sedikit, kita ngerjakan lambat maka keuntungan kita juga sedikit, jadi yang perlu kita kejar kecepatan dalam memproduksi,” katanya.
Pihaknya akan membantu pada tahap pemasaran sehingga hasil produksi para KPM Pena yang telah mendapatkan pelatihan dapat dipasarkan, bahkan menembus pasar hingga luar Pulau Bali.
“Jadi ibu-ibu nggak usah mikir. Saya ngga mungkin sekadar melatih saja, nanti kita bantu sampai ibu bisa produksi dan akan kita kawal sampai pemasarannya,” ujarnya.
Baca juga: Kemensos kembali adakan pelatihan Pahlawan Ekonomi Nusantara
Baca juga: Mensos berikan motivasi kepada peserta pelatihan mekanik di Jayapura
Baca juga: Kementerian Sosial latih penerima manfaat PENA kelola keuangan
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.