Bogor siap jadi pelopor gerakan "Keluarga Berolahraga"

Bogor siap jadi pelopor gerakan "Keluarga Berolahraga"

ilustrasi: Tepas Salapan Lawang Dasakerta di Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Jakarta (ANTARA News) - Kota Bogor Jawa Barat siap menjadi pelopor gerakan "Keluarga Berolahraga" seperti yang diusulkan Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan mengerahkan ribuan pegawai negeri sipil (PNS) beserta keluarga masing-masing untuk mengikuti kegiatan olahraga di Taman Sempur pada 15 Mei mendatang.

"Usulan dari Kemenpora tersebut sesuai dengan semangat Kota Bogor yang saat ini sedang membangun taman dan sarana olahraga untuk masyarakat," kata Sekda Kota Bogor Ade Syarif Hidayat saat menerima kunjungan Staf Ahli Kemenpora Yuni Poerwanti di Bogor, Kamis.

Menurut Ade, Pemkot Bogor saat ini juga sedang giat-giatnya menghapus kesan buruk yang selama ini melekat, yaitu "kota sejuta angkot" dan mengubahkannya menjadi "kota seribu taman."

"Dengan semakin banyaknya taman-taman yang menghiasi Kota Bogor yang dilengkapi sarana olahraga seperti lintasan jalan kaki, diharapkan masyarakat akan semakin gemar keluar bersama keluarga untuk berolahraga," katanya.

Saat terdapat tiga taman yang menjadi ikon Kota Bogor, yaitu Taman Sempur, Taman Heulang dan Taman Ekspresi Kencana yang setiap hari libur dipenuhi warga yang berolahraga.

Sementara itu Yuni Poerwanti mengatakan, Kota Bogor dipilih menjadi tempat untuk sosialisasi gerakan "Keluarga Berolahraga Membangun Bangsa" karena kota tersebut sedang giat-giatnya menggelorakan kegiatan olahraga massal serta ditunjang olahraga sarana penunjang seperti taman-taman yang asri.

Setelah Bogor, menurut rencana Kemenpora juga akan melakukan sosialisasi di Bekasi yang juga sudah mencanangkan dan menggelorakan kegiatan olahraga masyarakat.

"Diawali dari Bogor dan Bekasi, saya berharap kota-kota dan kabupaten di seluruh Tanah Air akan mengikuti langkah yang sama untuk menggelorakan gerakan Keluarga Berolahraga," katanya.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, Yuni akan menggandeng Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Dengan rajin berolahraga, berarti masyarakat akan sehat dan BPJS tidak akan menanggung banyak biaya pengobatan, dan dengan sendirinya iuran BPJS bisa diturunkan, bukan malah dinaikkan," katanya menambahkan.

Kebiasaan berolahraga, terutama bagi anak-anak, harus dimulai dari keluarga karena dengan berolahraga, badan tidak hanya lebih sehat, tapi meningkatkan daya tahan tubuh.

Pola hidup sehat menurut mantan plt Sekretaris Menpora itu harus ditularkan kepada seluruh anggota keluarga, namun tidak banyak keluarga yang suka berolahraga dan punya waktu untuk melakukannya secara teratur.

"Kita melihat bahwa sekarang ini banyak anak-anak yang mengalami obesitas karena kurang gerak dan lebih tertarik dengan gadget dibanding olahraga," katanya.

Berdasarkan data dari Badan PBB untuk Urusan Anak-Anak (UNICEF), jumlah anak-anak kegemukan atau obesitas di Indonesia, tercatat paling tinggi di antara negara-negara kawasan Asia Tenggara, yaitu 12,2 persen, jauh dibanding Thailand dan Malaysia yang dibawah sepuluh persen.

(a032/R010)

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar