Serangan bom tewaskan sedikitnya 13 orang di akademi polisi Somalia

Serangan bom tewaskan sedikitnya 13 orang di akademi polisi Somalia

Ilustrasi - Masyarakat menonton sisa mobil yang dipasangi bom dan menewaskan seorang pegawai pemerintah Somalia di Kota Mogadishu, Minggu (9/4/2017). (Reuters)

Mogadishu (ANTARA News) - Seorang pelaku bom bunuh diri dengan mengenakan seragam kepolisian, meledakkan dirinya di dalam sebuah tempat pelatihan polisi di ibu kota Somalia, Mogadishu pada Kamis, menewaskan sedikitnya 13 orang kata petugas polisi.

Juru bicara kepolisian Mayor Mohamed Hussein mengatakan bahwa pelaku tersebut, dengan bahan peledak yang diikat pada tubuhnya, menyusup ke dalam Akademi Pelatihan Polisi Kahiye dan melancarkan aksinya ketika parade polisi sedang berlangsung.

"Kami telah mengangkut 13 jenazah dan lima belas korban luka dari akademi kepolisian," kata Abdikadir Abdirahman, direktur layanan ambulans Amin, seperti diwartakan Reuters.

Kelompok garis keras al Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Nanti kami akan memberikan keterangan lebih lanjut terkait jumlah korban," kata Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer kelompok tersebut.

Kelompok al Shabaab telah melancarkan sejumlah pemboman di Mogadishu dan kota lainnya.

Mereka melancarkan pemberontakan untuk melawan pemerintah dukungan PBB dan sekutu Uni Afrika dalam upaya untuk menggulingkan pemerintahan yang lemah dan menerapkan hukum Islam garis keras di wilayah tersebut.

Kelompok pemberontak itu terusir dari Mogadishu pada 2011, dan terus-menerus kehilangan wilayah karena direbut oleh pasukan gabungan penjaga perdamaian Uni Afrika dan pasukan keamanan Somalia.

(Uu.Aulia/KR-AMQ)

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar