Playstation atau Xbox, mana yang paling diminati?

Playstation atau Xbox, mana yang paling diminati?

Sejumlah konsol Playstation 3 turut dipajang dengan konsol dan gamepad game lainnya di Jakarta, Selasa (23/10/2018). (Antara News/Aji Cakti)

Jakarta (ANTARA News) - Konsol game buatan Playstation, khususnya PlayStation 3 (PS3) diincar para gamer serta konsumen Indonesia karena harganya terjangkau, sedangkan Microsoft Xbox kurang diminati karena faktor sukucadang yang sulit didapat.

"Konsol Playstation 3 banyak dicari karena harganya yang sangat terjangkau," tutur penjual bernama Yosie di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan pantauan di Harco Mangga Dua, Jakarta kisaran harga penjualan PS3 dengan hardisk internal 120GB di kisaran Rp2,1 hingga Rp2,4 juta. PS3 dengan hardisk 500GB dibanderol Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta. 

Selain harganya yang terjangkau, alasan gamer membeli PS3 karena konsol tersebut sudah meliputi game yang bisa langsung dimainkan.

"Ada 14 game dalam hardisk PS3 baru yang bisa langsung dimainkan," kata penjual lainnya bernama Titi.

Sedangkan konsol terbaru dari Playstation yakni PS4 masih dibanderol di kisaran harga Rp5,8 juta hingga Rp6,1 juta.

"Banyak orang yang tanya tentang Playstation 4, tapi kalau yang beli biasanya gamer sejati atau maniak," ujar Yosie.

Xbox

Lalu bagaimana dengan konsol dari Nintendo dan Microsoft. Yosie mengungkap bahwa kedua konsol tersebut kurang diminati.

"Saya tidak berani menjual konsol Microsoft Xbox karena kurang diminati, begitu pula Nintendo," tuturnya kendati di dalam gerainya masih terlihat deretan game-game untuk Xbox360.

Pantauan harga Xbox sendiri yang diperoleh Antaranews di Harco Mangga Dua berada di kisaran Rp2,8 juta.

Bukan hanya kurang diminati, suku cadang dan lokasi perbaikan untuk Xbox 360 sangat sulit ditemui.

"Kalau memperbaiki Playstation bisa dimana-mana, tapi kalau untuk Xbox susah," ujar Titi.

Menurut Titi, keterbatasan suku cadang untuk memperbaiki Xbox yang harus inden atau pesan terlebih dahulu membuat konsol ini kurang populer.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar