counter

Kebakaran lahan di Riau diduga untuk perkebunan sawit

Kebakaran lahan di Riau diduga untuk perkebunan sawit

Arsip Foto - Warga melintas di jalan yang berkabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai, Dumai, Riau, Jumat (15/2/2019). Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah pesisir Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis saat ini mulai menyelimuti pusat kota itu. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/ama.

Sepertinya persiapan lahan untuk perkebunan. Ada juga Karhutla yang meluas sampai di lahan yang sudah ditanam,
Pekanbaru (ANTARA News) - Kebakaran lahan yang kini terjadi di Desa Mumugo Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, dinsinyalir disengaja untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pekanbaru, Edwin Putra kepada Antara di Pekanbaru, Senin mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Desa Mumugo berada di areal peruntukan lain (APL) sebagian besar lahan masyarakat.

Luas kebakaran sudah mencapai 30 hektare mayoritas semak belukar. 

"Sepertinya persiapan lahan untuk perkebunan. Ada juga Karhutla yang meluas sampai di lahan yang sudah ditanam," kata Edwin. 

Meski begitu, perlu ada penyelidikan dari kepolisian untuk membuktikan dugaan tersebut. 

Ia mengatakan satu regu Manggala Agni terdiri dari 15 personel, kini diperbantukan untuk memadamkan kebakaran di Desa Mumugo.

Kebakaran di daerah itu cukup sulit untuk ditangani karena kondisi lahan kering dan banyak belukar menjadi bahan bakar yang potensial terbakar.

Selain itu, angin cukup kencang, sehingga sulit melakukan pemadaman karena arah angin berubah-ubah. 

Karakteristik kebakaran terjadi di permukaan dan di dalam lahan gambut, sehingga butuh waktu lama untuk memadamkannya. Bahkan, hujan dengan intensitas sedang yang sempat terjadi pada Minggu siang belum berhasil memadamkan kebakaran di lahan gambut tersebut. 

"Pukul 17.05 WIB pemadaman dihentikan dan akan dilanjutkan besok hari. Tempat kejadian perkara masih menyisakan bara-bara api," katanya. 

Tim Manggala Agni Daops Pekanbaru melakukan pemadaman darat di Desa Mumugo bersama tim gabungan dari TNI, Polri dan BPBD Dumai. 

Sementara itu, BMKG Stasiun Pekanbaru menyatakan satelit Terra dan Aqua memantau masih ada lima titik panas di Provinsi Riau pada Minggu sore.

Lima titik panas yang jadi indikasi awal Karhutla itu berada di Kabupaten Bengkalis sebanyak empat titik, dan Kota Dumai satu titik. ? Dari jumlah itu, dua titik dipastikan kebakaran hutan dan lahan yakni semuanya di Kabupaten Bengkalis. 

Baca juga: Padamkan kebakaran hutan Riau, KLHK kerahkan manggala agni
Baca juga: Kabut asap Dumai sempat sentuh level berbahaya
Baca juga: Karhutla di Bengkalis meluas capai ratusan hektare

Pewarta: Febrianto Budi Anggoro
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar