counter

Beatrice terhenti di putaran kedua Pertamina 25K Jakarta

Beatrice terhenti di putaran kedua Pertamina 25K Jakarta

Beatrice Gumulya saat bertanding di turnamen Pertamina 25K di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Kamis (20/6/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Jakarta (ANTARA) - Langkah petenis Indonesia Beatrice Gumulya pada turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 terhenti di putaran kedua setelah petenis Jepang Risa Ozaki menaklukkannya dengan skor telak 6-2, 1-6, 1-6.

Set pertama merupakan langkah yang baik bagi wanita berumur 28 tahun tersebut. Ia memimpin skor yang cukup jauh dari lawannya, yakni 6-2.

Kemenangan pada set pertama tersebut didapat dengan cukup mudah karena Risa belum memperlihatkan semangatnya dalam menerima bola dari Beatrice.

Pada set kedua, Beatrice tiba-tiba terlihat sedikit kesusahan dalam mengejar bola dari Risa. Sebelumnya, pada Senin (17/6), Beatrice mengatakan sebenarnya dirinya sedang mengalami cedera pada lutut pada pertandingan yang diikutinya beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Pelatih Pelatnas PP Pelti Deddy Tedjamukti. Deddy mengatakan bahwa ada kemungkinan cedera yang diderita oleh Beatrice menjadi salah satu penyebab kekalahannya pada ajang ini.

“Kalau sudah cedera pasti akan kena lagi, tapi terapinya masih bisa dan akan dijalani MRI. Dilihat dulu lah celanya tadi apa,” kata Deddy saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Kamis.

Deddy melanjutkan meskipun Beatrice tidak bisa melanjutkan ke perempat final, penampilannya di putaran kedua sudah cukup baik mengingat lawan Beatrice merupakan unggulan ketiga.

“Cukup baik untuk bermain. Lawannya tadi berat, rankingnya beda jauh, dia kan unggulan ketiga. Tapi kan tadi tetap ada perlawanan dari Bea (Beatrice),” katanya.

Sebagai langkah selanjutnya, kata Deddy, pihaknya akan mencari penyebab kekalahan para petenis tunggal yang tiba-tiba tumbang pada set kedua dan ketiga.

“Kita masih cari apa penyebabnya, apakah salah strategi atau stamina menurun, atau ototnya sudah tidak sekuat set pertama. Aldila juga set pertama bagus,” tuturnya.

“Kita lihat itu anak-anak harus bisa mengatasi dan bisa bermain seperti saat set pertama. Nanti kan dari turnamen ke turnamen bisa dilakukan evaluasi,” ucapnya.

Dengan terhentinya langkah Beatrice di putaran kedua, dipastikan tidak ada lagi petenis Indonesia pada sektor tunggal yang bisa memenangkan turnamen dengan hadiah total 25.000 dolar AS tersebut.

Baca juga: Beatrice targetkan emas di SEA Games 2019

Baca juga: Beatrice lanjut ke putaran dua di ajang Pertamina 25K Jakarta


Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar