counter

Manggala Agni berjuang padamkan kebakaran lahan gambut di Kampar

Manggala Agni berjuang padamkan kebakaran lahan gambut di Kampar

Petugas Kepolisian bersama Manggala Agni menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Baru, Kampar, Riau, Kamis (11/07/2019). Panasnya cuaca dan kencangnya angin membuat kebakaran cepat meluas sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran lahan gambut tersebut. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama.)

Kampar, Riau (ANTARA) - Tim pemadam kebakaran Manggala Agni dalam dua hari terakhir berusaha keras memadamkan kebakaran yang melanda lahan gambut di kawasan Jalan Perwira, Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

"Api menyala di bagian bawah tanah gambut, penuh semak belukar yang sangat mudah terbakar api. Kondisi seperti itu membuat petugas kesulitan ketika melakukan pemadaman," kata Kepala Daops Manggala Agni Pekanbaru Edwin Putra di Pekanbaru, Jumat.

Kebakaran lahan di kawasan Jalan Perwira Desa Parit Baru diketahui pada Kamis (11/7) sekitar pukul 13.00 WIB oleh regu piket Manggala Agni. Api diperkirakan telah menghanguskan sekitar dua hektare lahan milik warga. Petugas melihat indikasi adanya unsur kesengajaan dalam kasus kebakaran itu.

Regu Manggala Agni bergabung dengan personel TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api berusaha melakukan pemadaman api dari darat bersama Tim Patroli Terpadu Rimbo Panjang.

Dalam proses pemadaman api, tim pemadam mengerahkan satu mesin marck 3, satu mesin mini striker, 14 selang 1,5 inchi, delapan selang 2,5 inchi, satu peralatan tangan, dan 30 liter racun api.

"Pukul 18.30 WIB petugas berinisiatif untuk menghentikan pemadaman dan dilanjutkan pada keesokan harinya. Api sudah berhasil kami sekat, dan tinggal proses mopping up saja," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, potensi kebakaran sangat tinggi karena Riau mulai memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga akhir Oktober.

Guna mengantisipasi itu, BNPB membentuk menyiagakan 1.512 orang di Satgas Karhutla Riau, yang meliputi personel TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, akademisi, budayawan, ulama, LSM lingkungan, hingga wartawan.

"Satgas diharapkan bisa melakukan berbagai bimbingan kepada masyarakat agar masyarakat melakukan perubahan pola dalam mengelola perkebunan atau ladang, agar meninggalkan kebiasaan membakar ladang," kata Doni saat memimpin Apel Siaga Satgas Karhutla Riau di Pekanbaru, Rabu (10/7).

Baca juga:
BNPB : 1.500 personel Satgas disebar ke desa rawan Karhutla di Riau
Riau berusaha lepas dari cengkeraman kebakaran hutan-lahan


Riau sudah siapkan anggaran atasi Karhutla

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar