counter

Info Haji

Calon haji Kalbar dilarikan ke RSBP

Calon haji Kalbar dilarikan ke RSBP

Jamaah calon haji Embarkasi Batam menunggu waktu pemberangkatan. (Kanwa)

menjelang keberangkatan tiba-tiba ada calon haji yang sakit dan tidak laik terbang
Batam (ANTARA) - Seorang calon haji asal Kalimantan Barat yang tergabung dalam kelompok terbang 14 Embarkasi Hang Nadim Batam, Sarinah (74) dilarikan ke RS Badan Pengusahaan hanya beberapa menit menjelang pesawat menuju Madinah lepas landas, Kamis.

"Dia segera kita rujuk ke RSBP dengan keluhan sesak nafas, nyeri ulu hati, mual muntah, pusing, riwayat DM, jantung," kata Tim Kesehatan PPIH Embarkasi Haji Batam dr Yenny.

Pemberangkatan Sarinah terpaksa ditunda hingga kondisinya membaik dan dinyatakan laik terbang.

Petugas operasional Saudi Arabian Airlines, Ryan Abdul Fahmi mengatakan pihaknya terpaksa menurunkan Sarinah karena tidak laik terbang.

"Sesuai manifes JCH Kloter 14 BTH yang akan berangkat 448 orang. Namun menjelang keberangkatan tiba-tiba ada calon haji yang sakit dan tidak laik terbang," kata dia.

Sementara itu, 447 calon haji Kloter 14 telah berangkat dan diperkirakan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah Kamis pukul 14.35 waktu setempat.

Sampai saat ini Embarkasi Haji Batam telah memberangkatkan 6.252 calon haji yang terbagi dalam 14 kloter.

Pada musim haji tahun ini, Embarkasi Hang Nadim Batam memberangkatkan 12.860 orang calon haji dari Riau, Kepri, Kalbar dan Jambi yang terbagi dalam 29 kloter.

Seluruh kloter diberangkatkan menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines Boeing 747-400 berkapasitas 450 orang.

Pemberangkatan jamaah dibagi dalam dua gelombang, yaitu tujuan Madinah mulai Kloter 1 hingga 15 dan tujuan Jeddah mulai Kloter 16 hingga 29.

Baca juga: Seorang calon haji Banten meninggal akibat serangan jantung
Baca juga: Seorang peserta ibadah haji Sleman batal berangkat karena pikun
Baca juga: Dirujuk ke RS Haji Jakarta, empat calhaj Embarkasi Pondok Gede
Jamaah haji Embarkasi Hang Nadim Batam menunggu waktu pemberangkatan (Kanwa)

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar