UMSU dan UPM luncurkan buku medis pandemik Dunia Islam

UMSU dan UPM luncurkan buku medis pandemik Dunia Islam

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Agussani. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/ama.

Medan (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerjasama dengan Universitas Putra Malaysia (UPM) meluncurkan dan bedah buku berjudul "Kepustakaan Medis-Pandemik di Dunia Islam" secara daring (online) melalui program Webinar.

Rektor UMSU Dr. Agussani di Medan, Kamis, mengatakan UMSU kali ini memberikan kontribusi pemikiran secara akademik dalam bentuk buku tentang kepustakaan medis-pandemik di dunia Islam.

Buku setebal 110 halaman ini diluncurkan bertepatan dengan pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia dengan harapan dapat menambah khasanah keilmuan tentang wabah (tha'un) yang sudah ada dan dikaji oleh para ulama Islam seribu tahun lalu.

"Saya apresiasi kepada penulis Dr. Arwin atas terbitnya karya buku yang fenomenal ini semoga memberikan inspirasi kepada kita sivitas akademika, masyarakat dan bangsa. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada UPM yang turut serta dalam peluncuran dan memberikan pemikiran bersama terkait isi buku dan persoalan pandemi COVID-19," katanya.

Baca juga: UMSU canangkan "Global Network at Home" sikapi COVID-19

Baca juga: Pandemi COVID-19, UMSU-universitas Malaysia gelar forum ilmiah digital


Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa UMSU dan UPM akan terus menggali manuskrip tentang keilmuan Islam tentang ilmu falak dan medis-pandemik yang menjadi perhatian dunia sekarang, termasuk terus memperluas dan mempertajam buku yang sudah diterbitkan.

Program kajian dan riset tentang pengembangan keilmuan, lanjut dia, sudah disepakati dalam MoU antara UMSU dan UPM.

Sementara Dr. Shamsudin Othman dari UPM mengatakan buku karya Dr. Arwin dari UMSU sangat penting dan layak menjadi sumber referensi di bidang medis-pandemik yang bersumber dari dunia Islam.

Buku yang digali dari manuskrip ulama klasik sangat langka. Dari buku itu terungkap bahwa wabah sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan Islam telah mengkaji bagaimana menanggulanginya termasuk apa yang disebut sebagai penjara sosial (social distancing) sekarang.*

Baca juga: UMSU-UniMAP diskusi online penghematan listrik di masa COVID-19

Baca juga: UMSU digandeng Kemendes PDTT dalam pendampingan BUMDes

Pewarta: Juraidi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menko PMK ungkap tim khusus Muhammadiyah tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar