Studi: Wuhan jadi incaran top wisatawan

Studi: Wuhan jadi incaran top wisatawan

Bendera China berkibar di tempat wisata Yellow Crane Tower setelah "lockdown" diberhentikan di Wuhan, ibukota provinsi Hubei dan pusat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di China, Jumat (10/4/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/pras/cfo)

Jakarta (ANTARA) - Berbulan-bulan pemerintah China melarang warganya pergi ke Wuhan, tempat asal virus corona baru (COVID-19) yang menyebabkan pandemi

Kini, Wuhan jadi incaran para wisatawan yang ingin berkunjung ke China tahun ini, Forbes dikutip Rabu.

Menurut sebuah studi, jajak pendapat dari 15.000 orang, ditambah data dari 20 juta posting media sosial, yang dilakukan Akademi Pariwisata China di Beijing, menyatakan bahwa orang-orang pengin berkunjung ke Wuhan.

Baca juga: Pameran wisata Timur Tengah di Dubai batal digelar karena corona

Baca juga: Pulih dari corona, situs-situs wisata di China dipadati pengunjung


Kota luas di tepi Sungai Yangtze itu mendadak melesat ke posisi nomor satu sebagai kota yang harus dikunjungi di negara itu, naik dari posisi kedelapan tahun lalu.

Kota Wuhan perlahan bangkit kembali setelah lockdown 11 minggu yang berakhir pada 8 April 2020.

Studi menyebutkan bahwa para pelancong pengin mengunjungi Wuhan dengan tujuan ingin membantu pemulihan ekonomi di kawasan ini, kata direktur penelitian Dr Song Rui.

Banyaknya hotel murah dan penawaran perjalanan yang terjangkau menarik minat kaum muda dan berpenghasilan rendah, kata studi.

Kelompok anak muda ini berencana untuk melakukan perjalanan rata-rata 4 pada akhir tahun, saat situasi ekonomi menguntungkan.

Buntut virus pada kebiasaan bepergian China akan menguntungkan Wuhan juga.

Orang mengatakan mereka akan lebih bahagia selama berbulan-bulan mendatang untuk tetap dengan atraksi domestik dan perjalanan jarak pendek kata Song Rui.

Ironisnya, Wuhan adalah satu di antara tempat-tempat yang dianggap orang China "jauh lebih aman" daripada tujuan di luar negeri.

Setelah wabah baru setengah lusin infeksi baru pekan lalu, kota Wuhan telah meluncurkan kampanye ambisius untuk menguji 11 juta penduduknya.

Baca juga: China akan buka kembali wisata Kota Terlarang

Baca juga: Wisata "wellness" dan domestik diprediksi jadi tren usai pandemi


Atraksi Wuhan
Sekitar 800 km sebelah barat Shanghai, pada pertemuan sungai Yangtze dan Han, kota pusat bisnis, budaya, dan keuangan China Tengah berkembang pada tahun 1949 dari penggabungan tiga kota kuno: Wuchang, Hankou, dan Hanyang.

Hari ini menurut AP, "Wuhan mendapatkan kembali statusnya sebagai dinamo ekonomi" - sebuah pusat teknologi dan industri otomotif yang mulai berkembang, di mana (kata pemerintah setempat) sekitar 300 dari 500 perusahaan terbesar dunia, dari Microsoft hingga Honda Motor, telah didirikan.

Aplikasi perencanaan perjalanan TripAdvisor mulai menyarankan wisata ke Wuhan, "Mulailah merencanakan Wuhan sekarang," tulis TripAdvisor yang menandai kuil-kuil bergaya Dinasti Qing di kota ini, danau berpohon willow, dan restoran eksotis.

Adapun provinsi sekitar Hubei sendiri, yang tidak ada yang ingin dikunjungi sebelumnya, juga berhasil masuk 10 Besar tahun ini.

Untuk saat ini larangan perjalanan China yang sedang berlangsung membuat kunjungan dari luar negeri menjadi mustahil.

Di sisi lain, orang-orang asal Wuhan sendiri telah meninggalkan kota mereka secara acak sejak karantina berakhir.

Sekarang, saat "lockdown" mulai mengendur di seluruh negeri, Delta adalah salah satu maskapai yang berpikir untuk melanjutkan penerbangan ke China pada Juni, berharap untuk mengakhiri pembatasan perjalanan.

Baca juga: Wisata Candi Borobudur-Prambanan kembali dibuka awal Juni

Baca juga: Pengamat: Kondisi "new normal" pasca-Corona ubah industri wisata

Baca juga: Rumah judi Las Vegas jadi "Food Bank" COVID-19

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dubes RI ungkap sikap China tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar