Liga Europa

Bruno Fernandes tersanjung dibandingkan dengan Eric Cantona, tapi...

Bruno Fernandes tersanjung dibandingkan dengan Eric Cantona, tapi...

Gelandang serang Manchester United Bruno Fernandes mengeksekusi tendangan penalti untuk memenangkan timnya atas FC Copenhagen dalam laga perempat final Liga Europa di Stadion RheinEnergie, Cologne, Jerman, Senin (10/8/2020). (ANTARA/REUTERS/POOL/Wolfgang Rattay)

Jakarta (ANTARA) - Bruno Fernandes mengaku tersanjung namanya dibanding-bandingkan dengan Eric Cantona, tetapi mengaku ia perlu melakukan lebih banyak hal agar merasa pantas bersanding dengan legenda Manchester United itu.

Pemain berpaspor Portugal itu mengaku ia perlu memenangkan trofi untuk MU dan langkah pertama adalah dengan melewati Sevilla dalam semifinal Liga Europa di Stadion RheinEnergie, Cologne, Jerman, Minggu (16/8) waktu setempat (Senin WIB), untuk mencapai partai final.

Baca juga: Bruno Fernandes bersumpah antarkan MU juarai Liga Europa
Baca juga: Kisah Bruno Fernandes, si pengubah peruntungan MU


"Bagi saya tentu menyenangkan disandingkan dengan nama-nama itu. Tetapi Cantona adalah pemain luar biasa untuk klub ini dan saya perlu melakukan lebih banyak hal untuk bisa dibandingkan dengannya," kata Fernandes dalam jumpa pers pralaga dilansir laman resmi UEFA, Sabtu malam.

"Saya datang ke Manchester untuk memenangkan banyak trofi dan saya akan cukup senang jika kami bisa menjuarai Liga Europa," ujarnya menambahkan.

Sejak diboyong dari Sporting CP pada bursa transfer musim dingin lalu, Fernandes menjelma jadi bintang pujaan baru publik Old Trafford.

Fernandes berperan penting membantu MU finis di urutan ketiga klasemen akhir Liga Premier Inggris dan pekan lalu tendangan penaltinya membawa Setan Merah melewati hadangan FC Copenhagen di perempat final Liga Europa.

Baca juga: Penalti Fernandes bawa MU ke semifinal Liga Europa
Baca juga: Bruno Fernandes merendah tak mau diistimewakan


Pemain berusia 25 tahun itu mengaku ia banyak terbantu oleh rekan-rekannya dan segenap staf tim selama masa beradaptasi di MU.

"Mereka banyak membantu dan itu membuat semuanya jadi lebih mudah bagi saya," katanya.

"Saya pernah main di Italia, sehingga tahu setiap liga berbeda, tetapi Liga Premier adalah sesuatu yang lain. Saya diberi kepercayaan penuh oleh tim dan rekan-rekan yang ada, itu amat sangat membantu," pungkas Fernandes.

Baca juga: Pelatih Shakhtar Donetsk tak sabar tantang Inter Milan
Baca juga: Solskjaer berharap MU bisa tembus final pertama mereka musim ini
Baca juga: Hitung-hitungan kandidat juara di Liga Europa

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar