Kudus (ANTARA) - Richard Mainaky pulang ke kampung halaman istrinya di Manado, Sulawesi Utara, selepas memutuskan pensiun dari kursi pelatih kepala ganda campuran Pelatnas Cipayung tahun lalu.

Hampir setahun ini, Richard bergabung bersama salah satu klub badminton bernama PB Talenta untuk mengembangkan talenta-talenta muda asal Sulawesi.

PB Talenta merupakan klub kecil yang sebelumnya hanya memiliki 20 peserta. Namun sejak kedatangan Richard, klub yang juga bekerja sama dengan PB Djarum itu bertambah menjadi sekitar 60 peserta ditambah lima pelatih.

“Kalau usia dini, bibit tidak kalah dengan Jawa, pelatih di sana juga cukup bagus dan punya kemampuan melatih. Hanya saja sekarang kami masih harus mendidik konsistensi latihan dan disiplin waktu,” ujar Richard di sela-sela Audisi Umum PB Djarum 2022 di GOR Djarum, Kudus, Jumat.

Pelatih yang membantu mengantarkan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad meraih emas Olimpiade itu menambahkan bahwa selain mengembangkan talenta muda, dia juga bertanggung jawab membenahi sistem pembinaan klub.

Baca juga: Richard Mainaky beberkan kunci sukses pelatihan ganda campuran PBSI

Untuk meningkatkan kualitas dan fokus latihan para atlet, Richard telah mengembangkan tempat latihan dan jadwal latihan agar lebih intens.

“Sebelum saya gabung latihan cuma sore aja. Begitu saya gabung kami sudah dapat GOR baru dengan lima lapangan. Dan untuk latihan saya bikin pagi, siang, sore setiap Senin hingga Jumat,” kata dia.

Richard mengakhiri kariernya sebagai pelatih nasional setelah 26 tahun mengabdi di Pelatnas Cipayung. Pria kelahiran Ternate, Maluku Utara itu mundur dari Pelatnas sejak 27 September 2021.

Dia mengatakan keputusan pensiun merupakan keputusan yang tepat demi regenerasi pelatih.

“Saya rasa sudah cukup, kalau saya terus di sana kapan pelatih-pelatih muda mau berkembang? Di pikiran saya, selain ada regenerasi pemain harus juga ada regenerasi pelatih,” kata dia.

Baca juga: Richard akui tak menyesal dan bangga pensiun sebagai pelatih PBSI
Baca juga: Melati Daeva bangga menjadi anak didik Richard Mainaky

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2022