Bengaluru (ANTARA) - Saham Eropa merosot pada awal perdagangan Rabu, setelah gelombang penjualan baru menghantam pasar karena sedikit kemajuan dalam negosiasi plafon utang AS, lonjakan inflasi inti Inggris dan lebih banyak kerugian saham barang mewah ternama di pasar merugikan sentimen risiko.

Indeks STOXX 600 di seluruh Eropa tergelincir 1,1 persen pada pukul 07.18 GMT mencapai level terendah hampir tiga minggu, dengan semua pasar regional diperdagangkan di zona merah.

Saham Wall Street berakhir melemah tajam pada Selasa (23/5/2023) dan imbal hasil surat utang jangka pendek naik karena kegelisahan investor meningkat menyusul kurangnya kemajuan dalam pembicaraan batas utang AS.

Saham real estat turun paling banyak di Eropa, anjlok 2,5 persen, dengan pengembang perumahan Inggris di antara penurunan teratas setelah data menunjukkan inflasi inti yang diawasi ketat dari pertumbuhan harga Inggris melonjak ke level tertinggi 31 tahun pada April, memperkuat taruhan pada lebih banyak kenaikan suku bunga dari bank sentral Inggris.

Kelompok saham sektor produsen barang-barang fesyen mewah turun 1,7 persen ke level terendah lebih dari enam minggu karena aksi jual Selasa (23/5/2023) tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Saham Embracer terjun 38,2 persen ke level terendah sepanjang masa setelah grup game Swedia mengatakan kemitraan strategis utama tidak akan terwujud dan juga memangkas perkiraan EBIT (Earnings Before Interest and Taxes) atau laba sebelum bunga dan pajak yang disesuaikan setahun penuh.


Baca juga: Saham Eropa dibuka turun terseret Julius Baer, data ekonomi jadi fokus
Baca juga: Saham Eropa melemah tertekan operator bursa, kegelisahan pagu utang AS
Baca juga: Saham Eropa dibuka menguat terangkat kemajuan negosiasi pagu utang AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2023