Ratusan pelajar Purwakarta telah memiliki hewan ternak program Budak Angon

Ratusan pelajar Purwakarta telah memiliki hewan ternak program Budak Angon

Investasi Hewan Ternak. Seorang warga menggunakan motor mengangkut dua ekor kambing yang baru di beli dari pasar hewan Kediri, Jawa Timur, Rabu (28/5/2014). Warga di kawasan pedesaan yang sebagaian besar berprofesi sebagai petani lebih memilih untuk menginvestasikan uangnya dalam bentuk hewan ternak yang dapat dijual sewaktu-waktu apabila ada kebutuhan yang mendesak, serta harga jual hewan ternak stabil dan cenderung naik terutama menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. (ANTARA FOTO/Rudi Mulya)

Kalau program `Budak Angon' dalam Perbup yang kami luncurkan tahun lalu itu dianggap realisasi dari ajaran Marhaenisme ala Bung Karno ya silakan saja. Tujuan kami memang pelajar dapat menguasai sumber daya yang mereka miliki..."
Purwakarta (ANTARA News) - Ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA di wilayah perdesaan sekitar Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, telah memiliki hewan ternak sendiri seiring dengan pemberlakuan program "Budak Angon" yang digulirkan pemerintah daerah setempat.

"Hingga saat ini, kebanyakan pelajar sudah punya hewan ternak. Contohnya tidak usah jauh-jauh, anak bungsu saya saja memelihara hewan ternak sendiri," kata Bupati setempat Dedi Mulyadi, di Purwakarta, Kamis.

Ia menyatakan, ratusan pelajar tingkat SMP/SMA di wilayah perdesaan kini telah memiliki hewan ternak. Bahkan program "Budak Angon" dimasukan ke dalam pelajaran tambahan di sekolah-sekolah.

Menurut dia, dengan cara menekuni bidang peternakan, para pelajar yang mengikuti program "Budak Angon" akan terbiasa mencari rumput untuk makanan ternaknya sendiri.

Hal tersebut akan berimplikasi positif terhadap perkembangbiakan hewan ternak yang mereka urus.

Proses pembelajaran seperti itu dinilai cukup penting agar generasi muda terlatih mengolah sumber-sumber ekonomi.

Pada akhirnya akan melahirkan nilai tambah bagi diri dan keluarganya.

Program "Budak Angon" itu sendiri merupakan bagian dari realisasi Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 70A tentang Desa Berbudaya yang telah diluncurkan sejak 2015.

Peraturan yang secara massif telah disosialisasikan ke seluruh daerah sekitar Purwakarta itu diklaim sebagai pengamalan ajaran Marhaenisme warisan Proklamator Indonesia Bung Karno. Sebab peraturan itu memuat keharusan pelajar untuk memiliki hewan ternak sendiri.

Hal itu sejalan dengan pemikiran Marhaenis yang mengharuskan setiap anggota masyarakat mampu menguasai alat produksi untuk kelangsungan hidup tanpa bergantung kepada pihak lain.

"Kalau program Budak Angon' dalam Perbup yang kami luncurkan tahun lalu itu dianggap realisasi dari ajaran Marhaenisme ala Bung Karno ya silakan saja. Tujuan kami memang pelajar dapat menguasai sumber daya yang mereka miliki, baik hari ini maupun kelak di masa depan," kata dia.

Pewarta: M. Ali Khumaini
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Unik, kambing bertanduk empat seharga Rp200 juta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar