Metropolitan

Jaya Ancol : 188 pohon untuk panjat pinang

Jaya Ancol : 188 pohon untuk panjat pinang

Sejumlah penyelam mengibarkan bendera Merah Putih saat peringatan HUT Ke-73 RI di dalam akuarium utama Seaworld Ancol, Jakarta, Jumat (17/8/2018). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Angka 188 memiliki makna dan acara ini dilaksanakan pada tanggal 18 di bulan delapan
Jakarta (ANTARA News) - PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai pengelola kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara menyiapkan 188 pohon pinang untuk kegiatan panjat pinang kolosal dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-73 Indonesia, Sabtu.

"Angka 188 memiliki makna dan acara ini dilaksanakan pada tanggal 18 di bulan delapan. Biasanya kami membuat sejumlah usia Indonesia ditambah 100. Tahun ini kami buat berbeda," kata Vice President Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol, Agung Praptono, saat dihubungi di Jakarta.

Agung mengatakan perlombaan panjat pinang dipilih karena merupakan salah satu tradisi yang sangat merakyat dan populer. Biasanya, setiap perayaan kemerdekaan Indonesia, salah satu lomba yang dinanti-nanti adalah panjat pinang.

Baca juga: Ancol gelar panjat pinang kolosal berhadiah Rp1,5 juta/batang

Panjat pinang kolosal 188 pohon dimulai pukul 14.00 WIB di Pantai Karnaval, Ancol. Satu pohon akan diperebutkan oleh dua kelompok yang masing-masing beranggotakan empat orang.

"Sehingga total akan ada sekitar 1000 lebih peserta," ujarnya.

Pengunjung kawasan Ancol yang ingin mengikuti panjat pinang kolosal 188 pohon hanya tinggal menunjukkan bukti pembelian tiket masuk dan kartu tanda penduduk asli.

"Peserta terbuka untuk seluruh pengunjung Ancol dan gratis," jelasnya.

Selain panjat pinang, sejumlah acara lain juga diadakan di kawasan Ancol untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan Indonesia, antara lain Konser Kemerdekaan di Pantai Carnaval mulai pukul 13.30 dan aneka lomba rakyat di Beach Pool dan Pantai Lagoon pada Jumat 17 hingga Minggu 19 Agustus.

Baca juga: Ancol gelar panjat pinang kolosal berhadiah Rp1,5 juta/batang
 

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar