Nenek Hawariah calon haji tertua asal Banjarmasin

Nenek Hawariah calon haji tertua asal Banjarmasin

Nenek Hawariah beserta anak-anaknya dan saudaranya usai pemeriksaan kesehatan haji di RS Sultan Suriansyah.(Sukarli ant).

Banjarmasin (ANTARA) - Nenek Siti Hawariah merupakan calon jamaah haji asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang paling tua, yakni berusia 93 tahun yang terjadwal akan diberangkat pada keberangkatan haji Embarkasi Banjarmasin tahun 2019 ini.

Kasi Pelayanan  Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Banjarmasin H Burhan Noor di Banjarmasin, Selasa, mengatakan Nenek Hawariah merupakan calon haji tertua dari 682 calon haji  Kota Banjarmasin yang berangkat tahun ini.

"Beliau masuk dalam kuota tambahan haji nasional sebanyak 10 ribu itu, Kalsel dapat jatah satu kloter atau sekitar 323 orang," ujarnya.

Dalam kuota tambahan haji tersebut, kata dia, calon haji Kota Banjarmasin yang melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) sebanyak 51 orang, termasuk 15 calon haji  yang lanjut usia.

"Jadi semua jamaah calon haji yang tambahan ini mendapat pemeriksaan di RS Sultan Suriansyah Banjarmasin, sejak 17-18 Juni 2019," katanya.
Komisi IV DPRD Banjarmasin kunjungi Calhaj yang diperiksa kesehatannya di RS Sultan Suriansyah.(sukarli ant).

Pemeriksaan kesehatan jamaah calon haki  Banjarmasin di RS Sultan Suriansyah yang masih proses pembangunan ini mendapat perhatian kalangan anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Komisi IV.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Zainal Hakim mengatakan, kunjungan kerja pihaknya ke RS milik pemkot ini dalam rangka mengawasi penyelenggaraan haji  yang mendapat pemeriksaan di sini, sebab sebelumnya di Puskesmas Cempaka.

"Memang kalau kita liat proses pemeriksaan berjalan lancar, kita minta semua dilayani dengan baik," ujar politisi PKB tersebut.

Terkait Nenek Hawariah, warga Kampung Melayu Darat Banjarmasin tersebut berangkat didampingi putri dan dan saudara perempuannya Siti Fauziah yang usianya 84 tahun.

Menurut putri Nenek Hawariah, Husnawati (57), ibunya tersebut masuk daftar haji pada 2012, sedangkan dirinya pada 2013.

"Alhamdulillah ibu saya ini sehat, cuma beliau harus dibantu kursi roda kemana-mana," katanya.

Menurut dia, ibunya tersebut sebenarnya pernah berangkat umrah pada 2010, di mana saat itu lebih sehat, bahkan bisa berjalan sendiri.

"Baru satu tahun ini Nenek Hawariah pakai kursi roda, tetapi kalau makan diau seperti biasa, banyak," tuturnya

Dia berharap, ibadah hajinya bersama ibu serta bibinya tersebut berjalan lancar, dan pulang sehat dan selamat hingga menjadi haji mabrur.

Baca juga: Tiga Calhaj Kloter 14 Embarkasi Banjarmasin Gagal Berangkat
Baca juga: Kloter terakhir haji Kalsel masuki asrama haji
Baca juga: Calon haji Kalsel dilarang bawa bekal "ikan kering"


 

Pewarta: Sukarli
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar