counter

Pengamat: Pengembangan pakan ikan harus tersebar merata

Pengamat: Pengembangan pakan ikan harus tersebar merata

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim. (Dokumentasi Pribadi)

pemerintah harus bisa mengembangkan pakan hingga ke level komunitas pembudidaya ikan
Jakarta (ANTARA) - Pengamat perikanan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menyatakan bahwa pengembangan pakan ikan yang sedang didorong pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan harus dapat tersebar secara merata di Nusantara.

"Lebih serius lagi kembangkan pakan ikan," kata Abdul Halim kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pemerintah harus bisa mengembangkan pakan hingga ke level komunitas pembudidaya ikan, serta juga harus dapat dioptimalkan di banyak sentra produksi.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Acep Adang Ruhiat menginginkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat meningkatkan kualitas benih dan pakan perikanan di seluruh Nusantara untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan pembudidaya.

"Yang pertama harus meningkatkan kualitas dari benih yang ada. Yang kedua adalah peningkatan kualitas pakan yang dimiliki sehingga bisa merata ke setiap provinsi," kata Acep Adang Ruhiat.

Acep juga mengemukakan agar berbagai balai pelatihan juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta berbagai kegiatan lainnya seperti pelatihan untuk memberdayakan aktivitas petambak ikan.

Terkait dengan pakan, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan bahwa bantuan pakan mandiri dapat menurunkan biaya produksi komoditas perikanan secara signifikan sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar.

"Bantuan pakan mandiri jika dimanfaatkan dengan benar, maka akan menurunkan biaya produksi hingga 30-40 persen, tentu ini akan menjadi faktor pengungkit meningkatnya pendapatan pembudidaya," kata Slamet Soebjakto.

Dampak tersebut, lanjutnya, tampak dari pendapatan rata-rata pembudidaya mengalami kenaikan yakni dari Rp3,03 juta per bulan pada tahun 2017 menjadi Rp3,39 juta per bulan di tahun 2018 atau naik 8,9 persen.

Ia mengingatkan bahwa angka ini menunjukkan bahwa pendapatan pembudidaya ikan jauh lebih besar dibandingkan dengan UMR Nasional sebesar Rp2,26 juta.

Sebagaimana diwartakan, KKP memastikan pabrik pakan ikan skala medium yang dibangun di Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, siap beroperasi pada tahun 2019 ini.

Slamet Soebjakto pada awal tahun ini juga telah mengatakan bahwa pabrik pakan ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan air tawar dan laut khususnya bagi pembudidaya ikan di wilayah Priangan timur dan sekitarnya seperti Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Cilacap.

Ia memaparkan, pabrik pakan yang dibangun pada lahan seluas 7.000 meter persegi dirancang untuk memproduksi pakan terapung dengan kapasitas optimum 1 - 1,2 ton per jam atau mampu mensuplai kebutuhan pakan optimal minimal 3.450 ton per tahun.

Baca juga: Menteri Susi sebut pakan ikan masih dikuasai korporasi besar
Baca juga: Pabrik pakan milik KKP siap beroperasi di Pangandaran

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KKP ajak pembudidaya ikan Jember tingkatkan pakan mandiri

Komentar