counter

Teknologi LNG apung hapus berbagai hambatan infrastruktur gas berbasis darat

Teknologi LNG apung hapus berbagai hambatan infrastruktur gas berbasis darat

(Antara/Business Wire)

Pemimpin baru solusi apung Black & Veatch mengidentifikasi teknologi gas alam cair (LNG) apung sebagai rute yang layak untuk pertumbuhan industri gas

SINGAPURA--(Antara/BUSINESS WIRE)-- Teknologi LNG, seperti LNG apung (FLNG), yang didorong oleh lebih pendeknya waktu konstruksi dan juga rendahnya biaya investasi, semakin menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi tingginya permintaan pasar akan gas. FLNG membantu memitigasi berbagai hambatan yang mungkin dihadapi oleh infrastruktur yang berbasis di darat.

Di saat bersamaan, semakin tingginya kebutuhan akan pembangkit listrik yang seimbang serta kebutuhan untuk memenuhi berbagai regulasi seputar keamanan energi dan lingkungan hidup semakin mendorong pertumbuhan industri gas.

Untuk mendukung hal ini, Black & Veatch meningkatkan kemampuannya untuk menghadirkan berbagai kapabilitas FLNG yang menawarkan efisiensi biaya dan operasional.

"Seiring semakin banyaknya negara yang mencari alternatif sumber energi dan, dalam beberapa kasus kebutuhan untuk mengurangi pembangkit listrik berbahan dasar fosil dengan subsidi besar, pembangkit listrik tenaga gas menawarkan solusi handal yang mampu membantu menciptakan portofolio energi yang lebih seimbang. Teknologi gas alam cair apung (FLNG) menghadirkan infrastruktur likuifaksi dan regasifikasi yang fleksibel dan mobile," ujar Executive Vice President dan Managing Director Asia & Floating Offshore Solutions - Oil & Gas Jim Schnieders.

Black & Veatch adalah pemimpin di industri FLNG global, dengan berbagai proyek pertama di kelasnya yang telah diujicobakan dan sepenuhnya operasional. Beberapa di antaranya adalah:

•Unit likuifaksi tongkang apung pertama di dunia yang dioperasikan di lepas pantai Argentina
•Teknologi pertama di dunia yang dapat mengkonversi kapal LNG menjadi kapal FLNG, yang dioperasikan di lepas pantai Kamerun
•Proyek terminal penyimpanan dan regasifikasi apung (FSRU) pertama di India    

Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari desain perekayasaan front end - dan desain secara terperinci - hingga solusi perekayasaan, pengadaan barang, konstruksi, instalasi, dan komisioning (EPCIC) skala penuh. Proyek-proyek ini meliputi infrastruktur ekspor dan impor LNG tanker dan kapal tongkang yang beroperasi di seluruh dunia.

Pada jabatannya saat ini, Schnieders akan memimpin tim Floating Offshore Solutions global Black & Veatch, dan tim migas di Asia. Dia menjadi suksesor Bob Germinder yang telah pensiun setelah mengabdi selama 33 tahun. Di bawah kepemimpinan Germinder, unit likuifaksi apung berbasis kapal tongkang pertama di dunia sukses menjalani ujicobanya di Nantong, Tiongkok dan akan beroperasi di Argentina. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah, LNG diproduksi di atas fasilitas apung. Selain itu, kapal FLNG lainnya juga telah beroperasi di Kamerun, dan yang ketiga tengah dibangun, yang semuanya mengandalkan teknologi PRICO® dan kapabilitas perekayasaan dan pengadaan milik Black & Veatch.

Catatan untuk Editor:

•Telah mengabdi selama 29 tahun di Black & Veatch, Schnieders menghabiskan 21 tahun karirnya malang melintang di berbagai belahan dunia; tiga tahun di Afrika Utara dan Eropa dan 18 tahun di Asia. Sejak 2015, ia telah memimpin berbagai bisnis Power EPC Asia yang sangat kompleks, sukses membangun kemitraan jangka panjang dengan banyak klien, vendor, dan mitra dari banyak negara. Schnieders bertanggungjawab dalam memperoleh dan mengeksekusi proyek EPC di Indonesia, Vietnam, Filipina, Malaysia, Thailand, Tiongkok, Singapura, Australia, dan Selandia Baru. Schnieders berkantor di Kansas City.
•Klik di sini untuk mengunduh foto Schnieders
•Teknologi PRICO® milik Black & Veatch adalah teknologi yang modular dan terukur dan dapat diaplikasikan pada berbagai jenis konfigurasi FLNG. PRICO® meningkatkan kecepatan dan efisiensi sehingga gas dapat dikirimkan ke pasar serta mendemonstrasikan pemikiran dan inovasi visioner yang mempelopori industri FLNG.
•Teknologi paten PRICO®-nya Black & Veatch berhasil merampungkan Uji Kinerja Terjaminnya di atas FLNG Tango-nya Exmar, unit likuifaksi apung berbasis tongkang pertama di dunia.
•Black & Veatch menerima pemberitahuan penuh untuk melanjutkan pekerjaannya memperlengkapi bersama kapal LNG milik Golar LNG, yakni Gimi, dengan teknologi likuifaksi PRICO® paten Black & Veatch.
•Swan LNG memberi Black & Veatch kontrak teknik, pengadaan dan konstruksi (EPC) untuk memberikan fasilitas LNG jetty topside dan darat ke pabrik berkapasitas 5 juta metrik ton per tahun (MMTPA) di Jafrabad di Gujarat.
•IOCL memberi konsorsium yang dipimpin oleh Black & Veatch kontrak untuk terminal penerima LNG baru di Ennore. Terminal tersebut akan menjadi yang pertama di pantai timur India, dengan kapasitas pengiriman sebesar lima juta ton.

Tentang Black & Veatch

Black & Veatch adalah sebuah perusahaan milik karyawan, pemimpin global dalam membangun infrastruktur manusia yang penting dalam bidang Energi, Air, Telekomunikasi, dan Layanan Pemerintah. Sejak 1915, kami telah membantu klien kami meningkatkan kehidupan masyarakat di lebih dari 100 negara melalui layanan konsultasi, teknik, konstruksi, operasi, dan manajemen program. Pendapatan kami pada 2018 adalah sebesar US$3,5 miliar. Ikuti kami di www.bv.com dan di media sosial.

Baca versi aslinya di businesswire.com: https://www.businesswire.com/news/home/20190807005297/en/

Kontak

Black & Veatch
EMILY CHIA
| +65 6761 3511 p | +65 9875 8907 m | ChiaLP@BV.com
MEDIA HOTLINE 24 JAM | +1 866 496 9149

Sumber: Black & Veatch

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan hanya sebagai alat bantu, dan harus dengan penunjukan ke bahasa asli teksnya, yang adalah satu-satunya versi yang dimaksudkan untuk mempunyai kekuatan hukum.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar